sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Menaker imbau tidak ada PHK buruh rokok

Sejumlah pelaku industri rokok atau tembakau mulai mengeluhkan kenaikan tarif cukai rokok

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 23 Sep 2019 18:36 WIB
Menaker imbau tidak ada PHK buruh rokok

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri meminta industri rokok untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terkait dengan dampak kenaikan harga cukai. 

Pasalnya, lanjut Hanif, dalam industri rokok tersebut terdapat sejumlah angkatan kerja yang secara pendidikan dan usia relatif terbatas. 

"Kalau kita sih mintanya jangan sampai ada PHK. Karena di industri rokok itu kan didominasi pekerja perempuan. Dan dari sisi umur sudah berumur. Pendidikan secara relatif terbatas. Makanya kita dorong mereka agar bisa mempertahankan," katanya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/9).

Hanif juga menuturkan dalam waktu dekat akan memanggil para pelaku industri rokok untuk mendiskusikan masalah tersebut. Pasalnya, lanjut Hanif, mulai ada keluhan dari sejumlah pelaku industri terkait dengan kenaikan harga cukai tersebut.

"Belum nanti kita akan diskusikan dulu, kita akan panggil Industri rokok terhadap dampak kenaikan cukai seperti apa," ujarnya.

Namun, dia mengatakan, sampai dengan saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan akan adanya pemutusan hubungan kerja dari para pelaku industri rokok terhadap para pekerjanya.

"Belum ada laporan, tapi ada permintaan audiensi dari sejumlah industri rokok untuk mendiskusikan dampak kenaikan cukai," tuturnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Direktur riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan dengan kenaikan harga cukai tentu akan berdampak pada stabilitas keuangan perusahaan. 

Sponsored

Pasalnya, lanjut Piter, dengan menaikan cukai rokok hingga 23% dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35% akan mendongkrak harga penjualan rokok.

"Bagi industri tentu akan berdampak negatif. Perokok akan berpindah membeli rokok merek lain yang lebih murah," katanya.