sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Mendag akui Indonesia kalah dengan Vietnam soal perdagangan

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ditegur Presiden Jokowi karena ketertinggalan dari Vietnam.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 19 Agst 2019 21:45 WIB
Mendag akui Indonesia kalah dengan Vietnam soal perdagangan

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia kalah bersaing dengan Vietnam dalam memanfaatkan situasi global di tengah perang dagang Amerika Serikat dan China. Hal tersebut dikarenakan Vietnam telah lebih dahulu melakukan banyak perjanjian perdagangan. 

"Bukan trade war saja, mari kita jujur dan saya ditegur oleh Presiden Jokowi, bahwa kita ketinggalan dengan Vietnam karena sudah lebih dulu bikin perjanjian perdagangannya," kata Enggar di Hotel Mulia Jakarta, Senin (19/8).

Menurutnya, Indonesia mengalami kesulitan dalam bersaing dengan Vietnam. Perjanjian dagang yang telah dilakukan Vietnam itu justru menjadi daya tarik investasi dan relokasi pabrik di negaranya. 

"Ya karena mereka sudah melakukan perjanjian perdagangan terlebih dahulu, Jadi bagaimana mau berkompetisi kalau tarif mereka sudah lebih rendah dari kita. Jadi susah," jelas Enggar.

Enggar menjelaskan Malaysia bahkan sudah gencar melakukan perjanjian perdagangan dengan berbagai negara. 

"Malaysia sebagai contoh dia sudah lebih dulu banyak sekali menyelesaikan perjanjian perdagangan, kita kehilangan market share-nya di Turki dan India itu karena mereka ada perjanjian perdagangan," jelasnya. 

Enggar mengaku Indonesia sudah mencoba mengejar ketertinggalan perjanjian perdagangan ini selama 10 tahun terakhir. 

"Kita 10 tahun ini baru ya kita kejar-kejaran menyelesaikan berbagai perjanjian perdagangan," ujarnya. 

Sponsored

Menurut Enggar pemerintah sedang berusaha melakukan berbagai perjanjian perdagangan dengan berbagai negara dengan melibatkan pengusaha. Hal tersebut dilakukan pemerintah dengan menjemput bola. 

"Perintah presiden ya harus tetap jalan  dan tidak mungkin kita hanya dari jarak jauh. Jadi kita akan bertemu dengan menterinya untuk melakukan kerja sama bilateral dengan mereka, dan saya ingin tidak hanya pemerintah saja tapi kita akan bawa pengusaha Indonesia untuk duduk melakukan bisnis matching," ujar Enggar.