sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mendag: Neraca perdagangan Indonesia masih surplus

Neraca dagang saat ini surplus US$8,75 miliar, tertinggi sejak 2011. 

Annisa Saumi
Annisa Saumi Minggu, 30 Agst 2020 19:42 WIB
Mendag: Neraca perdagangan Indonesia masih surplus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto menyampaikan, neraca perdagangan Indonesia tahun 2020 terpengaruh oleh pandemi Covid-19. Namun, kondisi ini tercatat masih bisa tumbuh positif dari Januari hingga Juli 2020.

"Neraca dagang kita saat ini surplus US$8,75 miliar, tertinggi sejak 2011. Neraca perdagangan migas tercatat defisit US$3,82 miliar dan nonmigas surplus US$12,56 miliar," kata Agus, dalam kickoff Program Bank Indonesia dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Minggu (30/8).

Agus menjelaskan, ekspor migas dan nonmigas Indonesia mengalami penurunan hingga 6,21% secara tahunan hingga Juli 2020. Sedangkan, untuk impor juga tercatat turun 17,17% secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Sementara itu, pergerakan positif kinerja perdagangan Indonesia terlihat dari nilai ekspor Indonesia pada Juli 2020 yang mencapai US$13,73 miliar atau meningkat 14,30% dibanding ekspor Juni 2020. 

Sponsored

Hal inilah, yang membuat neraca perdagangan Indonesia menjadi surplus Rp8,75 miliar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lanjut Agus, sektor informasi dan komunikasi tercatat masih mengalami pertumbuhan saat pandemi hingga 10,30% di kuartal II-2020. Hal tersebut, mencerminkan pengguna internet di Indonesia meningkat menjadi 175 juta orang atau sekitar 64% dari total populasi.

Dia menerangkan, pandemi Covid-19 telah berdampak pada berbagai sektor, tak terkecuali sektor perdagangan. Padahal, menurut dia, perdagangan merupakan salah satu kunci yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Karena itu, sektor perdagangan harus selalu bergerak dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, percepatan pemulihan ekonomi dapat dicapai dengan merangkul pelaku usaha di sektor tersebut," ucapnya.

Berita Lainnya