sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menguat 0,30%, IHSG hampir sentuh level 5.000

Sektor pertambangan yang menguat 1,45% dan sektor agribisnis yang naik 0,99% menjadi pendorong penguatan pada penutupan hari ini.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 06 Jul 2020 17:02 WIB
Menguat 0,30%, IHSG hampir sentuh level 5.000
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 135123
Dirawat 39290
Meninggal 6021
Sembuh 89618

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,30% menjadi 4.988 pada Senin (6/7). Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp547 miliar.

Tercatat sebanyak 8,2 miliar lembar saham diperdagangkan, dengan nilai transaksi mencapai Rp6,7 triliun. Sektor pertambangan yang menguat 1,45% dan sektor agribisnis yang naik 0,99% menjadi pendorong penguatan pada penutupan hari ini.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Nico Demus mengatakan pelaku pasar saham Asia merespons positif terkait penguatan indeks saham global. Di mana harapan membaiknya data ekonomi Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu penguatan pasar saham.

"Pada pekan ini kami menilai pergerakan indeks akan lebih terbatas, hal ini seiring dengan beberapa data fundamental dari AS yang memang menjadi penentu arah kebijakan selanjutnya," kata Nico.

Selain dari AS, lanjutnya, sentimen datang dari China yang membutuhkan pangsa pasar untuk ikut mendanai ekonomi digital yang cukup berkembang pesat dan ikut memperkuat persaingan ekonomi dunia. Perekonomian China saat ini dinilai sedang pulih, sementara pasar modalnya mengalami reformasi terkait kebijakan penanaman modal dari dalam negeri maupun luar negeri.

"Hal ini tentunya memberikan dorongan pada kinerja pasar modal China. Selain itu, dukungan pemerintah untuk mengembalikan optimisme masyarakat pada pasar saham ikut memberikan dorongan pada penguatan pasar saham China saat ini," tuturnya.

Sementara dari dalam negeri, Nico mengamati IHSG saat ini mencoba kembali diperdagangkan di atas 5.000. Hal ini memberikan dampak psikologis terhadap harga saham.

"Kami menilai, pelaku pasar saat ini cukup melakukan antisipasi terhadap data yang tidak sesuai dengan proyeksi. Berdasarkan survei konsumen yang dirilis oleh Bank Indonesia, konsumen cukup optimistis terhadap membaiknya ekonomi pada Juni 2020," tuturnya.

Sponsored

 

Berita Lainnya