sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Menkeu: RI butuh investasi Rp5.823 triliun genjot ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia butuh investasi pada rentang Rp5.802 triliun-Rp5.823 triliun untuk menggenjot ekonomi.

Soraya Novika
Soraya Novika Kamis, 13 Jun 2019 20:24 WIB
Menkeu: RI butuh investasi Rp5.823 triliun genjot ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan investasi pada rentang Rp5.802 triliun-Rp5.823 triliun untuk menggenjot ekonomi.

Investasi tersebut diperlukan agar mencapai target pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan APBN 2020 sebesar 5,3%-5,6%. Artinya, pada tahun tersebut diperlukan pertumbuhan investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto/PMTB) setidaknya pada level 7%-7,4%.

"Jika lihat komposisi pelaku investasi baik investasi berasal dari pemerintah, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), perusahaan non BUMN, PMA (Penanaman Modal Asing) dan dari sisi pure private, kebutuhan investasi adalah antara Rp5.802 triliun hingga Rp5.823 triliun," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/6).

Lebih lanjut, Sri Mulyani menyatakan bahwa swasta ditargetkan menjadi penyumbang utama dalam investasi tersebut dengan total investasi yang diperkirakan mencapai Rp4.205 triliun-Rp4.221 triliun.

"Untuk bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, investasi swasta jadi sangat penting. Maka mayoritas akan dan harus berasal dari private sector (swasta)," katanya.

Kemudian, untuk investasi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan memberi kontribusi sebesar Rp540 triliun-Rp572 triliun yang terdiri dari sumbangsih pemerintah pusat sebesar Rp246 triliun-Rp261 triliun dan pemerintah daerah sebesar Rp293 triliun-Rp310 triliun.

Sedangkan, untuk BUMN ditargetkan mampu menyumbangkan investasi Rp471 triliun-Rp473 triliun pada tahun 2020. Angka ini meningkat dibandingkan dengan proyeksi pada tahun 2019 sebesar Rp429 triliun.

"BUMN diperkirakan masih akan melakukan ekspansi investasi, meskipun tidak setinggi 2018 namun lebih tinggi dari perkiraan 2019," katanya.

Sponsored

Sementara dari perusahaan publik (non BUMN) diperkirakan menyumbang antara Rp143,2 triliun-Rp143,7 triliun.

Lalu untuk penanaman modal asing ditargetkan mampu menyumbangkan angka investasi sebesar Rp426 triliun-Rp428 triliun atau naik dibanding proyeksi 2019 sebesar Rp420 triliun.

"Investasi asing langsung dalam bentuk penanaman modal asing masih akan konstan di angka Rp426 triliun hingga Rp428 triliun," ujarnya.

Untuk meraup investasi tersebut, menurut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, upaya yang bakal dilakukan pemerintah ke depan adalah dengan melanjutkan perbaikan dan pembangunan infrastruktur baru, peningkatan produktivitas tenaga kerja, dan juga reformasi kebijakan untuk kemudahan berusaha.