sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menperin sebut upah per jam berikan keadilan bagi pekerja

Omnibus law cipta lapangan kerja akan menetapkan upah per jam bagi pekerja.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 06 Jan 2020 14:07 WIB
Menperin sebut upah per jam berikan keadilan bagi pekerja
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 381.910
Dirawat 63.733
Meninggal 13.077
Sembuh 305.100

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menanggapi keluhan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengenai kekhawatiran soal upah per jam. Menurut Agus, penetapan upah per jam akan memberikan keadilan antara pekerja. 

"Saya percaya kalau penetapan gaji berdasar jam kerja bagi industri itu sendiri akan meningkatkan produktivitas, selain tentu adanya keadilan antara pekerja itu sendiri," kata Agus di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (6/1).

Agus pun melihat dasar pengupahan per jam lebih baik bagi industri dibandingkan dengan pengupahan per bulan yang berlaku selama ini. Sebab, menurut Agus, pengupahan per jam memberikan kepastian dan tolok ukur produktivitas yang lebih jelas dari masing-masing pekerja. 

Dengan skema pengupahan per jam ini juga, menurut Agus, akan meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional perusahaan. 

"Paling gampang kalau pengupahan berdasarkan jam. Tinggal diatur saja, berapa upah per jamnya, tentu tidak merugikan pekerja itu, tinggal diatur, enggak ada masalah," ujar Agus. 

Agus pun mencontohkan, negara industri seperti Amerika Serikat (AS) sudah menerapkan upah per jam bagi pekerja mereka. Agus melanjutkan infrastruktur untuk mendukung upah per jam juga harus disiapkan. 

Adapun mengenai pernyataan KSPI yang mengatakan upah per jam bisa menurunkan daya beli, Agus menantang KSPI untuk menjelaskan hal tersebut kepadanya. 

"Soal pengupahan, coba ajarkan saya bagaimana bisa punya teori yang kalau diupah per jam menurunkan daya beli. Coba ajari saya. Apa hubungannya pengupahan per jam dengan daya beli?" tuturnya. 

Sponsored

Agus pun mengatakan dirinya percaya kebijakan ketenagakerjaan yang pro industri seperti pengupahan per jam, pada gilirannya akan menciptakan tenaga kerja yang lebih besar lagi, dengan penyerapan yang juga akan semakin berkembang. 

Berita Lainnya