sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menteri Teten: Ada peluang bagi UMKM di tengah pandemi

Pandemi Covid-19 memicu perubahan perilaku konsumen dan beralih belanja ke pasar online.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 08 Jun 2020 15:14 WIB
Menteri Teten: Ada peluang bagi UMKM di tengah pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 132816
Dirawat 39290
Meninggal 5968
Sembuh 87558

Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Teten Masduki mengatakan UMKM masih memiliki peluang untuk tumbuh dalam masa pandemi Covid-19 dengan melakukan digitalisasi.

Menurut Teten, pandemi Covid-19 memicu perubahan perilaku konsumen dan beralih belanja ke pasar online. Kendati demikian, berjualan online tak sekadar terhubung dengan ekosistem digital, tapi UMKM juga mesti siap bersaing.

"Tak semua UMKM punya kemampuan untuk bersaing di ekosistem digital itu. Keberhasilan transformasi ke ekosistem digital juga masih cukup rendah," kata Teten dalam webinar virtual Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Timur, Senin (8/6).

Dari catatan Kemenkop UMKM, saat ini UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital masih kecil atau sekitar 13%. Begitu juga dengan upaya pelatihan transformasi UMKM ke ekosistem digital oleh Kemenkop UMKM yang tingkat keberhasilannya tercatat masih rendah, hanya 4% hingga 7%.

Untuk bisa bersaing di ekosistem digital, lanjut Teten, Kemenkop UMKM tengah berusaha melakukan konsolidasi brand guna membuat brand bersama.

"Karena brand-brand produk UMKM itu terlalu banyak. Konsolidasi brand ini akan memudahkan bersaing, agar nanti penetrasi produk UMKM ke pasar jadi besar," ujar Teten.

Saat ini, tantangan yang dihadapi Kemenkop UMKM untuk melakukan konsolidasi adalah sulitnya mengumpulkan data. Sebab, menurut Teten, terdapat 18 kementerian yang mengurusi UMKM.

Teten melanjutkan, pihaknya ingin adanya pembaruan database UMKM untuk memudahkan membuat kebijakan. Selama ini, pihaknya masih berpegang pada data UMKM  yang telah terhubung ke perbankan dan lembaga pembiayaan lainnya, yaitu sejumlah 60,66 juta UMKM.

"Data itu mungkin ada yang tumpang tindih, karena satu UMKM bisa meminjam ke beberapa bank atau pembiayaan. Selain itu, diperkirakan masih ada 20 juta pelaku usaha UMKM yang tak pernah meminjam ke berbagai lembaga pembiayaan," tuturnya.

Sponsored
Berita Lainnya