sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Merger Tri dan Indosat diklaim akan menyehatkan industri telekomunikasi

Banyaknya operator memicu terjadinya perang harga karena kompetisi yang ketat.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 03 Feb 2021 17:50 WIB
Merger Tri dan Indosat diklaim akan menyehatkan industri telekomunikasi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Rencana merger antara Indosat Ooredoo dengan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri), anak usaha CK Hutchison Holdings Limited, semakin mendekati kenyataan. Diyakini, jika aksi merger tersebut terjadi akan menguntungkan kedua pihak, baik Indosat dan Tri. 

Vice President Director PT. Hutchison 3 Indonesia M Danny Buldansyah mengatakan, konsolidasi atau merger adalah salah satu cara untuk menyehatkan industri telekomunikasi di dalam negeri yang selama ini tak efisien.

"Konsolidasi salah satu cara untuk menyehatkan kembali industri telekomunikasi dengan konsolidasi operator sehingga lebih efisien," kata Danny dalam Alinea Forum, Rabu (3/2).

Dengan operator telekomunikasi di Indonesia yang cukup banyak, yaitu enam operator, dirasakan tidak efektif untuk menyediakan layanan yang baik kepada masyarakat.

Banyaknya operator memicu perang harga karena kompetisi yang ketat. Masing-masing operator ingin menguasai pangsa pasar, salah satu cara yang ditempuh dengan menekan harga semurah mungkin.

"Kita merupakan negara termurah setelah Kamboja dalam menyediakan layanan per gigabyte-nya, yaitu US$2,84," ujarnya.

Padahal, biaya operasional operator seluler sangat tinggi. Praktik perang harga menyebabkan margin operasi terus menurun yang memicu tidak sehatnya industri telekomunikasi secara keseluruhan.

Belum lagi, kata dia, terbatasnya jumlah spektrum frekuensi yang tersedia dan harus dibagi kepada ke semua operator seluler yang ada dan tidak mendapatkan frekuensi sesuai dengan kebutuhannya dalam memberikan layanan ke pelanggan.

Sponsored

"Kemudian dari sistem pemberian frekuensi untuk sumber daya terbatas. Pembagiannya sangat tersegmentasi. Spektrum 900 ke tiga operator, spektrum 2.100 ke empat operator, spektrum 2.300 ke ada yang nasional dan bukan nasional," ucapnya.

Untuk itu, kata Danny, konsolidasi antarperusahaan operator telekomunikasi di dalam negeri akan menyelesaikan sejumlah persoalan di atas dan mendorong industri telekomunikasi nasional tumbuh lebih sehat lagi.

"Dengan konsolidasi nilai perusahaan akan semakin besar, biaya operasional lebih efisien, dan kompetisi akan semakin sehat," ujarnya.

Namun demikian, dia berharap bahwa konsolidasi yang terjadi dapat difasilitasi oleh pemerintah dengan sejumlah regulasi yang mengatur bahwa entitas baru konsolidasi dapat tetap mengelola seluruh frekuensi yang telah diberikan.

"Dengan tetap mengelola frekuensi yang telah diberikan maka entitas maka entitas baru akan lebih siap menggelar layanan 5G pada saat ekosistemnya sudah siap di tanah air," tuturnya.

Berita Lainnya