sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Meski Indonesia resesi, kondisinya tak buruk

Saat ini komponen pendorong pertumbuhan ekonomi, yakni konsumsi, investasi, serta ekspor barang dan jasa belum terangkat.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 07 Sep 2020 19:29 WIB
Meski Indonesia resesi, kondisinya tak buruk
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 410.088
Dirawat 58.418
Meninggal 13.869
Sembuh 337.801

Indonesia terancam mengikuti jejak Singapura dan Korea Selatan masuk ke zona resesi, setelah ekonomi kuartal II-2020 sebelumnya tercatat minus 5,32%. Resesi akan terjadi apabila pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 kembali terkontraksi. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghitung, saat ini komponen pendorong pertumbuhan ekonomi, yakni konsumsi, investasi, serta ekspor barang dan jasa belum terangkat. Masih tingginya tingkat penularan Covid-19 dan belum normalnya aktivitas masyarakat, mengakibatkan konsumsi masyarakat dan investasi pada kuartal III belum akan masuk ke zona positif. 

"Meski belanja pemerintah terus diakselerasi, mungkin konsumsi dan investasi belum bisa masuk ke zona positif, karena aktivitas masyarakat sama sekali belum normal," katanya dalam konferensi pers, Senin (7/9).

Perempuan yang akrab disapa Ani itu merinci, kontraksi yang dialami Indonesia pada kuartal II-2020 disebabkan oleh anjloknya konsumsi, investasi, dan ekspor. Tiga komponen tersebut masing-masing mengalami kontraksi yang dalam. Konsumsi negatif 5,51%, investasi melambat 8,9%, serta ekspor barang dan jasa terkontraksi hingga 11,66%.

Menurut Sri, agar pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh positif, atau minimal mendekati 0% pada kuartal III-2020, tiga indikator pertumbuhan ekonomi tersebut harus tumbuh lebih tinggi.

"Kalau secara teknik di kuartal III nanti kita ada di zona negatif, maka resesi itu terjadi," ujarnya.

Namun demikian, jika terjadi resesi, kondisinya tidak akan terlalu buruk. Pasalnya, dalam dua bulan terakhir terlihat adanya perbaikan di sejumlah indikator, terutama di sisi konsumsi dan investasi yang didorong oleh akselerasi belanja pemerintah.

"Resesi tidak berarti bahwa kondisinya sangat buruk karena kontraksinya lebih kecil dan ada gejala pemulihan di bidang konsumsi dan investasi melalui dukungan belanja pemerintah yang diakselerasi cepat. Kami juga berharap ekspor mulai baik," ucapnya.

Sponsored

Dia mengatakan, program-program pemulihan ekonomi akan terus digenjot agar dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 tidak berjalan panjang dan dapat segera ditanggulangi.

"Dengan demikian, konsumsi masyarakat dan investasi bisa pulih secara bertahap. Ekspor didorong jadi mesin pertumbuhan di antara konsumsi dan investasi. Pemerintah berharap performance kuartal III bisa lebih baik dan akan terus dijaga hingga kuartal IV," tambahnya.

 

Berita Lainnya