sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Migas baru capai 23,8% dari yang dieksploitasi

SKK Migas memiliki satu key point indicator (KPI) dengan program reserves replacement ratio (RRR), untuk menemukan cadangan migas.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 19 Jul 2019 23:16 WIB
Migas baru capai 23,8% dari yang dieksploitasi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 116871
Dirawat 37530
Meninggal 5452
Sembuh 73889

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebutkan, temuan cadangan minyak dan gas bumi baru, hingga semester pertama 2019 hanya mencapai 23,8% dari total keseluruhan cadangan yang dieksploitasi.

Kepala SKK Migas Dwi Sucipto mengatakan, SKK Migas memiliki satu key point indicator (KPI) dengan program reserves replacement ratio (RRR), untuk menemukan cadangan migas baru menggantikan cadangan yang sudah dieksploitasi.

“Kalau jumlah eksploitasi dengan cadangan yang ditemukan sama, itu berarti RRR tercapai 100%,” katanya dalam konferensi pers di Kantor SKK Migas, Jumat (19/7).

Cadangan migas baru yang berhasil ditemukan hingga semester pertama hanya sebesar 132 juta barrel of oil equivalent (BOE). Sedangkan migas yang telah dieksploitasi hingga semester pertama mencapai 1,8 juta BOE.

Cadangan yang dieksploitasi tersebut, bersumber dari lifting minyak sebesar 750.000 bopd dan gas sebanyak 1.056 juta boepd.

Namun dengan disetujuinya revisi rencana pengembangan (plan of development/PoD) Blok Masela pada Juni ini, diyakini akan menambah cadangan migas hingga 300% sampai dengan akhir 2019.

“Blok Masela adalah salah satu sumber migas terbesar di dunia,” ucapnya.

Wilayah kerja hulu migas Indonesia pada saat ini berjumlah 210 wilayah kerja. Di antaranya 100 wilayah kerja untuk eksplorasi, 90 wilayah kerja eksplorasi, dan 20 wilayah kerja dalam proses terminasi.

Sponsored

Sedangkan untuk besaran investasi hingga semester pertama 2019 US$5,21 miliar atau sebesar Rp71 triliun. Angka investasi tersebut naik jika dibandingkan dengan semester 1-2018 yang hanya sebesar US$4,5 miliar.

“Kami ada tambahan investasi sebesar US$2,4 miliar investasi untuk pengembangan. Itu akan jadi pengikat para kontraktor melaksanakan investasi dan pengembangan,” tutur Dwi.

 

Berita Lainnya