sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mirae Asset Sekuritas perkirakan tiga faktor ini ramaikan transaksi saham di Maret

Salah satu alasannya karena faktor data ekonomi dan kebijakan akomodatif yang diambil pemerintah.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 04 Mar 2021 16:00 WIB
Mirae Asset Sekuritas perkirakan tiga faktor ini ramaikan transaksi saham di Maret
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan nilai transaksi pasar saham pada Maret 2021 mencapai lebih dari Rp15 triliun per hari dibandingkan bulan lalu. Menurut Mirae Asset Sekuritas, ada tiga faktor yang membuat pasar saham lebih atraktif dan akan memancing minat investor pasar modal bertransaksi.

Head of Investment information Mirae Asset Sekuritas, Roger MM mengatakan, pasar saham akan ramai pada Maret karena faktor data ekonomi dan kebijakan akomodatif yang diambil pemerintah. 

"Selain itu, Maret adalah musim publikasi laporan keuangan 2020 dan aksi korporasi beberapa emiten," kata Roger dalam keterangan resmi, Kamis (4/3).

Dia menjelaskan, pertama, rilis data ekonomi Indonesia yang memperlihatkan minimnya perbaikan PMI dan inflasi, disikapi dengan penerbitan kebijakan akomodatif pemerintah di beberapa industri. 

Beberapa kebijakan akomodatif tersebut adalah pemangkasan suku bunga acuan 7DRRR menjadi 3,5%, PPnBM 0% untuk mobil 1.500 cc, uang muka (DP) rumah 0%, dan pembebasan PPN rumah di bawah Rp2 miliar, untuk mendorong pertumbuhan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini yang ditargetkan di 4,3%-5,3%.

Kedua, secara musiman, Maret menjadi musim publikasi laporan keuangan emiten bursa. Mirae Asset Sekuritas mencatat, ada beberapa sektor yang diprediksi mencatatkan laba lebih baik secara tahunan maupun kuartalan.

Sektor tersebut adalah sektor bahan baku seperti ANTM, INCO, TINS, dan MDKA, sektor barang konsumsi primer seperti AALI, LSIP, SSMS, CPIN, JPFA, dan MAIN, sektor energi seperti ADRO, PTBA, ITMG, MEDC dan ENRG, dan sektor kesehatan seperti MIKA, HEAL, KLBF, dan SIDO. 

"Beberapa dari emiten tersebut di atas sudah merilis laporan keuangan tahun buku 2020 seperti AALI, LSIP, JPFA, ITMG, INCO, dan SIDO," ujar dia.

Sponsored

Musim publikasi laporan keuangan ini juga disusul oleh aksi korporasi beberapa emiten, seperti RUPS, dividen, right issue, dan stock split. Untuk dividen, Roger mengatakan ada beberapa emiten yang diprediksi memberikan dividen per lembar saham dengan cukup tinggi, salah satunya PTBA.

Dari aksi right issue, setidaknya ada empat emiten yang siap menggelar aksi penambahan modal tersebut yaitu FREN, CENT, ENRG, ARTO, dan SAME. Aksi korporasi lain yang rencananya digelar pada Maret adalah stock split yang akan di lakukan oleh emiten ERAA.

“Asal tidak ada aral melintang, ketiga faktor utama tersebut diprediksi akan membuat nilai transaksi bursa pada Maret dapat lebih ramai daripada Februari, yang rata-rata per harinya mencapai sekitar Rp15 trilun,” tuturnya.

Berita Lainnya