logo alinea.id logo alinea.id

Minat perusahaan untuk IPO tidak surut

Dalam dua tahun terakhir, MNC Sekuritas menyebut jumlah perusahaan yang memutuskan untuk IPO tetap banyak.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 11 Sep 2019 14:34 WIB
Minat perusahaan untuk IPO tidak surut

Ketidakpastian global yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak volatil di tahun ini tak menyurutkan minat perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk melakukan Initial Public Offering (IPO).

Direktur Utama PT MNC Sekuritas Susi Meilina menilai minat perusahaan untuk IPO tidak turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Dua tahun ini menurut saya banyak sekali perusahaan-perusahaan yang melakukan IPO. Karena regulator makin mempermudah perusahaan untuk melantai," kata Susi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/9).

Menurut Susi, tren ini harus disikapi dengan sangat baik dan direspons positif oleh pasar. Sebab, lanjut Susi, Indonesia perlu memiliki banyak emiten, terutama yang berkualitas.

Susi mengatakan komitmen sekuritas untuk membantu IPO ini adalah dengan memberikan arahan pada perusahaan-perusahaan yang belum tersentuh pasar modal untuk masuk mencatatkan sahamnya di BEI.

Untuk MNC Sekuritas akan mengantarkan tiga perusahaan melantai di BEI pada sisa tahun 2019 ini. Susi mengatakan tiga perusahaan tersebut berasal dari sektor properti, perusahaan sektor jasa drilling minyak, dan perusahaan pupuk.

"Dana yang dihimpun rencananya ada yang Rp300 miliar hingga Rp500 miliar. Emisi sejumlah Rp300 miliar milik perusahaan properti yang akan melantai di bursa,"

Dengan demikian, MNC Sekuritas tahun ini mengantarkan empat perusahaan melantai di BEI. Sebelumnya, MNC Sekuritas mengantarkan grup usaha MNC lainnya yaitu PT Vision Network Tbk. yang melantai di BEI pada 8 Juli 2019.

Sponsored

Emiten berkode IPTV itu melepas 10% saham mereka sejumlah 3,5 miliar unit ke publik. Dari IPO tersebut, IPTV memperoleh dana segar senilai Rp844,8 miliar. Adapun harga per lembar saham pada penawaran umum perdana ditetapkan sebesar Rp240 per saham.