sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penggunaan mobil listrik akan hemat BBM hingga Rp3,6 triliun di 2025

Penggunaan kendaraan listrik tersebut juga diklaim akan mengurangi emisi karbon hingga 1,4 juta ton.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 03 Mar 2021 11:29 WIB
Penggunaan mobil listrik akan hemat BBM hingga Rp3,6 triliun di 2025

Pemerintah menargetkan sebanyak 400.000 unit penggunaan kendaraan listrik hingga 2025. Untuk itu pengembangannya tersebut terus dikebut, sebagai langkah pemerintah menyediakan kendaraan yang ramah lingkungan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, dengan penggunaan kendaraan listrik hingga 400.000 unit tersebut, akan dapat menghemat bahan bakar minyak (BBM) hingga 800 juta liter yang bila dikonversi mencapai US$251 juta atau Rp3,6 triliun (kurs Rp14.300/dolar AS).

Tak hanya, itu penggunaan kendaraan listrik tersebut juga diklaim akan mengurangi emisi karbon hingga 1,4 juta ton.

"Penggunaan kendaraan listrik yang ditargetkan mencapai 400.000 unit di 2025 dikalkulasi mampu menghemat BBM hingga 800 juta liter atau sekitar 5 juta barel, yang bila dikonversi mencapai sekitar US$251 juta," katanya, Rabu (3/3).

Agus menyampaikan, dunia akan mengarah pada fuel economy yang berbasis pengurangan emisi karbon, sehingga secara bertahap pemerintah menyiapkan regulasi terkait kendaraan listrik.

Regulasi yang dimaksud antara lain, Perpres 55/2019 tentang percepatan kendaraan listrik berbasis baterai (KBL-BB) untuk transportasi jalan. 

Kemenperin juga telah menyusun peta jalan industri otomotif secara keseluruhan, termasuk di dalamnya terkait kendaraan bermotor listrik.

Peta jalan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 27/2020 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuan Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle). 

Sponsored

Di dalam peraturan tersebut, Pemerintah menargetkan 20% dari total unit kendaraan roda empat atau lebih merupakan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) pada 2025, termasuk KBL-BB. 

“Di 2030, jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 600.000 unit atau 25% dari total produksi sebanyak 3 juta unit,” ujarnya.

Berita Lainnya