sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Modernisasi BUMN perlu memanfaatkan teknologi

Pendekatan ini, diyakini mampu memberikan arah modernisasi BUMN dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Hermansah
Hermansah Selasa, 18 Feb 2020 15:14 WIB
 Modernisasi BUMN perlu memanfaatkan teknologi

Menjadikan BUMN sebagai lokomotif baru perekonomian nasional, perlu segera dilakukan. Pendekatan ini, diyakini mampu memberikan arah modernisasi BUMN dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

"Mulai dari perlunya membenahi melalui holdingisasi, restrukturisasi, manajemen resiko hingga modernisasi perusahaan BUMN dengan memanfaatkan kecerdasan bisnis (business intelligence), kecerdasan buatan (artifisial intelligence), internet segala hal, data besar (big data) dan teknologi robotik," papar anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar, Selasa (18/2) di Jakarta. 

Marwan mengaku mendukung sepenuhnya tekad pemerintah menjadikan BUMN sebagai lokomotif baru perekonomian nasional, sekaligus mampu bersaing di tataran global. Indonesia bisa menengok kinerja 'BUMN' di Malaysia melalui Khazanah atau Temasek di Singapura yang sudah mampu memanfaatkan serta mengoptimalkan berbagai kemajuan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi masa depan.

Hanya dengan cara memanfaatkan sejumlah keunggulan pengetahuan dan teknologi tersebut, maka segenap potensi sumber daya alam seperti energi, air dan pangan serta sumber daya manusia, Indonesia akan mampu menjadikan BUMN sebagai lokomotif baru perekonomian nasional. Bahkan berani bersaing di level global. Oleh karena itu, sudah waktunya beranjak dari model bisnis BUMN yang konvensional. 

Sponsored

Namun demikian, tambahnya, jati diri bangsa khususnya terkait tugas sosial BUMN,  tidak boleh terlupakan. BUMN tetap wajib nasionalis dan prokerakyatan serta berkontribusi besar mengurangi kesenjangan ekonomi alias kemiskinan di tengah masyarakat.

Diakuinya persoalan kemiskinan sudah jadi masalah global atau bukan hanya melanda Indonesia. Buktinya, penghargaan Nobel Ekonomi 2019 diraih oleh mereka yang memiliki karya solutif mengatasi kemiskinan. Mereka adalah Abhijit Banerjee, ekonom Amerika yang lahir di India dan istri yang berkebangsaan Prancis-Amerika Esther Duflo, serta ekonom Michael Kremer.

Komite Nobel Swedia menyatakan, para pemenang ini  telah memperkenalkan pendekatan baru untuk menemukan jawaban yang dapat diandalkan, tentang cara terbaik memerangi kemiskinan global. Ketiganya menemukan cara baru yang lebih efisien untuk memerangi kemiskinan dengan memecahkan persoalan sulit menjadi lebih sederhana dan lebih mudah ditangani. 

Berita Lainnya