logo alinea.id logo alinea.id

Neraca pembayaran 2018 defisit USS7,1 miliar

Bank Indonesia mengumkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada 2018 mengalami defisit sebesar US$7,1 miliar.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 08 Feb 2019 19:49 WIB
Neraca pembayaran 2018 defisit USS7,1 miliar

Bank Indonesia mengumkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada 2018 mengalami defisit sebesar US$7,1 miliar. Angka ini berbanding terbalik dari 2017 ketika NPI surplus US$11,6 miliar.

Merujuk Statistik NPI yang dilansir Bank Indonesia, dalam komponen NPI sebenarnya terdapat surplus dari neraca transaksi modal dan finansial sebesar US$25,2 miliar dolar AS yang disebabkan masih banyaknya investor global yang membeli instrumen obligasi pemerintah, obligasi koporasi dan juga saham emiten di pasar Indonesia.

Namun, dalam komponen NPI, terdapat defisit US$31,1 miliar untuk neraca transaksi berjalan, yang merupakan imbas dari defisit neraca perdagangan barang, jasa dan juga pendapatan primer.

"Dengan kondisi tersebut, NPI secara keseluruhan defisit US$7,1 miliar," kata Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI Yati Kurniati di Jakarta, Jumat (8/2).

Adapun pada dua tahun terakhir yakni di 2017 dan 2016, Indonesia masih menikmati surplus NPI hingga masing-masing US$11,6 miliar dan US$12,1 miliar.

Defisit NPI pada akhir 2018 sebenarnya cukup terselamatkan oleh derasnya aliran masuk transaksi modal dan finansial di kuartal IV-2018 sebesar US$15,7 miliar, atau meningkat dari kuartal III-2018 sebesar US$3,9 miliar.

"BI melihat ada perbaikan investasi portofolio karena banyaknya aliran dana asing ke pasar keuangan," kata Yati.

Rinciannya, investasi langsung yang masuk sebesar US$2 miliar, kemudian investasi portofolio US$10,4 miliar, dan investasi lain US$3,5 miliar.

Sponsored

Aliran investasi dalam bentuk portolio itu memperkuat surplus di transaksi modal dan finansial sepanjang 2018 yang total sebesar US$25,2 miliar.