sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Neraca perdagangan April defisit US$344,7 juta

Defisit neraca perdagangan juga dipicu oleh defisit sektor migas sebesar US$243,8 juta dan sektor nonmigas sebesar US$100,9 juta.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 15 Mei 2020 10:15 WIB
Neraca perdagangan April defisit US$344,7 juta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 373.109
Dirawat 64.032
Meninggal 12.857
Sembuh 297.509

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada April 2020 mengalami defisit sebesar US$344,7 juta, yang disebabkan merosotnya porsi ekspor dibandingkan impor. Turun tajam dibandingkan Maret yang mengalami surplus US$715 juta.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto memaparkan, pada April nilai ekspor tercatat hanya sebesar US$12,19 miliar atau turun 13,33% dibandingkan Maret yang mencapai US$14,1 miliar.

Sedangkan impor mencapai US$12,54 miliar atau turun 6,10% dibandingkan posisi Maret 2020 yang mencapai US$13,352 miliar. Meski sama-sama turun, porsi impor April masih lebih tinggi dibanding ekspor.

"Nilai impor Indonesia April 2020 mencapai US$12,54 miliar atau turun 6,10% dibanding Maret 2020, demikian juga apabila dibandingkan April 2019 turun 18,58%," katanya dalam video conference, Jumat (15/5).

Defisit neraca perdagangan juga dipicu oleh defisit sektor migas sebesar US$243,8 juta dan sektor nonmigas sebesar US$100,9 juta.

Nilai ekspor migas April 2020 mencapai US$11,58 juta, sedangkan impornya mencapai US$11,68 juta. Sementara nonmigas ekspornya US$610 juta, impornya mencapai US$854 juta.

"Nilai neraca perdagangan Indonesia April 2020 mengalami defisit US$344,7 juta yang disebabkan oleh defisit sektor migas dan nonmigas masing-masing US$243,8 juta dan US$100,9 juta," ujarnya.

Sumber: BPS

Sponsored
Berita Lainnya