sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

OJK genjot kredit perbankan 2020 tumbuh 13%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pertumbuhan kredit perbankan pada 2020 bisa mencapai 13% year-on-year (yoy).

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 16 Agst 2019 19:46 WIB
OJK genjot kredit perbankan 2020 tumbuh 13%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pertumbuhan kredit perbankan pada 2020 bisa mencapai 13% year-on-year (yoy). 

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso meyakini dengan target penyaluran kredit perbankan pada 2020 bisa terpenuhi sampai di atas 12%, pertumbuhan ekonomi bisa menyentuh 5,3% sesuai yang ditargetkan Presiden Joko Widodo. 

Wimboh mengatakan, dalam RAPBN 2020, OJK siap mendukung pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3% pada 2020. Hal itu dilihat dari beberapa aspek perbankan, termasuk rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR). 

"CAR perbankan kita cukup tinggi, likuiditas juga cukup, sehingga kita bisa mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan sektor riil yang diset oleh pemerintah," ujar Wimboh usai mengikuti sidang nota keuangan RAPBN di kompleks DPR/MPR Senayan, Jakarta, Jumat (16/8). 

Tahun ini, Wimboh juga yakin bahwa pertumbuhan kredit bisa mencapai 12%. Sementara pada tahun 2020, kredit perbankan bisa di atas 12%. "Kredit tahun depan bisa sekitar 12% bahkan lebih ke atas lagi, bisa 13%," tuturnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 5,3% pada 2020. Target tersebut bisa dibilang stagnan atau sama dengan target pertumbuhan ekonomi pada tahun ini. 

"Pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3% dengan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya," ujar Jokowi dalam pidato nota keunagan RAPBN 2020 di Gedung DPR/MPR. 

Tahun depan, pemerintah juga menargetkan agar inflasi bisa terjaga pada angka 3,1% atau lebih rendah dari tahun ini 3,5%. Sementara tingkat bunga SPN tiga bulan, ditargetkan berada di tingkat 5,4%. 

Sponsored

Selanjutnya, nilai tukar rupiah diperkirakan berada di angka Rp14.400 per dolar Amerika Serikat. Dalam asumsi makro, pemerintah juga menurunkan target lifting minyak dan gas bumi. Di mana lifting minyak menjadi 734.000 barel per hari. Sementara lifting gas bumi menjadi 1,19 juta setara minyak per hari. 

Harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Oils Price/ICP) diperkirakan berada di angka US$65 per barel atau turun dari tahun ini di US$70 per barel. Perkiraan ini, katanya, sudah memperhitungkan potensi pergerakan harga minyak mentah dunia pada tahun depan.