logo alinea.id logo alinea.id

OJK: Porsi dana kelolaan reksa dana syariah masih rendah

Masih banyak masyarakat yang beranggapan investasi merupakan sesuatu yang tidak sesuai prinsip syariah.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 14 Mei 2019 16:35 WIB
OJK: Porsi dana kelolaan reksa dana syariah masih rendah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan porsi kelolaan reksa dana syariah masih sangat rendah, hanya 7% dari total produk reksa dana yang ada di Indonesia. Dengan populasi penduduk lebih 260 juta, jumlah itu tergolong amat kecil.

“Jika dibandingkan dengan total populasi Indonesia sebesar 260 juta jiwa, investor reksa dana hanya 0,4% dari total populasi,” kata Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sujanto di Jakarta, Selasa (14/5).

Sujanto membeberakan kendala pengembangan investasi ini, yaitu masyarakat belum teredukasi tentang produk syariah. Ia kerap menemukan orang yang beranggapan investasi merupakan sesuatu yang tidak sesuai prinsip syariah. Karena mengandung judi dan riba.

“"Padahal beberapa fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah diterbitkan, dan memastikan investasi secara syariah di pasar modal,” kata dia.

Meski demikian, OJK mencatat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir total dana kelolaan reksa dana meningkat dua kali lipat, dari Rp272 triliun pada 2016 menjadi Rp 507 triliun per 9 Mei 2019.

Sementara itu, jumlah reksa dana meningkat dari 1.091 produk pada 2016 menjadi 2.082 produk per 9 Mei 2019. Sejalan pertumbuhan itu, dana kelolaan reksa dana syariah juga mengalami peningkatan lebih tiga kali lipat, dari Rp11 triliun pada 2016 menjadi Rp35 triliun per 9 Mei 2019.

"Karena itu kami melihat pertumbuhan industri reksa dana, termasuk reksa dana syariah, masih sangat berpotensi untuk tumbuh lagi," ujar Sujanto.

Sujanto melanjutkan, salah satu upaya OJK untuk meningkatkan reksa dana syariah adalah dengan melakukan edukasi produk investasi tersebut.

Sponsored

Menurut dia, pengelolaan reksa dana syariah pun tidak luput dari koridor prinsip syariah yang diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah serta diwajibkan untuk berinvestasi pada instrumen syariah seperti sukuk dan saham-saham yang terdaftar di daftar efek syariah.

OJK juga mendorong pelaku industri untuk memanfaatkan platform online untuk melakukan penjualan produk reksa dana. Saat ini, terdapat 50 platform online yang telah dikembangkan oleh manajer investasi seperti e-commerce, e-wallet, dan penyelenggaraan fintech lainnya.

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB