sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Keyakinan penanganan pandemi susut, IHSG ditutup loyo

Angka tes per 1 juta populasi Indonesia yang relatif rendah dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya membuat optimisme investor susut.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 17 Mei 2021 17:10 WIB
Keyakinan penanganan pandemi susut, IHSG ditutup loyo

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 104 poin atau 1,76% ke level 5.833 pada perdagangan Senin (17/5).

Tercatat sebanyak 18,5 miliar saham ditransaksikan hari ini dengan nilai mencapai Rp12 triliun. Sebanyak 113 saham mengalami penguatan dan 414 saham turun ke zona merah. 

Investor asing melakukan aksi beli bersih senilai Rp52 miliar di seluruh pasar dan Rp35 miliar di pasar reguler. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), menjadi tiga saham yang paling banyak dibeli asing di pasar reguler.

Riset penutupan Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan,  pergerakan IHSG mengalami tekanan di pekan awal setelah libur lebaran. Pilarmas Sekuritas mencermati pelaku pasar mengkhawatirkan adanya penambahan jumlah kasus baru yang lebih besar setelah libur panjang tersebut. 

Selain itu, beberapa negara di Asia Tenggara yaitu Malaysia dan Singapura terpaksa melakukan lockdown yang berlaku hingga 7 Juni 2021. Pemerintah kedua negara tersebut juga melarang warga melakukan perjalanan antar kota dan antar negara bagian, untuk meredakan tren kenaikan dari penyebaran kasus baru. 

Pelaku pasar mencermati tren penurunan yang terjadi pada penyebaran kasus di Indonesia. Berdasarkan catatan Worldometer, Indonesia telah melakukan pengujian terhadap 15,52 juta spesimen. 

"Namun, kalau dilihat dari jumlah tes per 1 juta penduduk, baru 56.252 orang yang sudah menjalani uji Covid-19. Angka tes per 1 juta populasi Indonesia relatif rendah dibandingkan negara-negara ASEAN, bahkan kalah dari Kamboja," tulis Pilarmas Sekuritas. 

Menurut Pilarmas Sekuritas, hal ini ikut menurunkan keyakinan pelaku pasar terhadap penanganan pandemi di Indonesia.

Sponsored
Berita Lainnya