sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pandemi, Bank BTN raih laba bersih Rp1,6 triliun

Perolehan laba bersih meroket 665,71% secara tahunan (yoy) pada 2020. Melambung tinggi dari tahun sebelumnya.

Ayu Nur Alizah
Ayu Nur Alizah Senin, 15 Feb 2021 23:14 WIB
Pandemi, Bank BTN raih laba bersih Rp1,6 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan perolehan laba bersih yang meroket sebesar 665,71% secara tahunan pada 2020. Di tengah tekanan pandemi, perusahaan "pelat merah" ini meraih laba bersih senilai Rp1,6 triliun pada kuartal IV/2020. Jumlah itu melambung dari posisi Rp209 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

"Lompatan laba bersih tersebut ditopang oleh lima strategi utama perseroan yang digelar sepanjang 2020. Selain itu, sektor perumahan juga menjadi penopang suburnya pundi-pundi laba BTN karena bergerak positif di tengah koreksi pertumbuhan ekonomi akibat pandemi," ucap Plt. Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu, dalam keterangan pers, Senin (15/2).

Kelima strategi yang dilakukan perseroan tersebut, yakni memaksimalkan penerapan good corporate governance (GCG), sentralisasi proses bisnis, penguatan permodalan dan pendanaan, meningkatkan kualitas kredit, dan menggenjot efisiensi.

Dalam laporan keuangan emiten bersandi saham BBTN ini, laba bersih perseroan ditopang pendapatan bunga sebesar Rp25,16 triliun pada kuartal IV/2020. Pendapatan bunga itu disumbang penyaluran kredit yang tumbuh meski saat pandemi.

Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi dengan pertumbuhan sebesar 8,63% yoy menjadi Rp120,72 triliun per kuartal IV/2020 menjadi penopang utama pertumbuhan kredit di BTN. Dengan catatan positif tersebut, membuat kredit perumahan BTN secara total naik 2,29% yoy menjadi Rp234,78 triliun per kuartal IV/2020.

Sementara itu, BBTN tercatat menyalurkan kredit senilai Rp25,32 triliun pada segmen kredit non-perumahan. Dengan demikian, kredit Bank BTN tercatat mencapai Rp260,11 triliun atau naik 1,68% yoy pada kuartal IV/2020 dari Rp255,82 triliun di kuartal IV/2019. 

Kemudian, rasio coverage Bank BTN juga meningkat mencapai lebih dari dua kali lipat sebagai antisipasi penurunan kualitas kredit akibat pandemi. Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BBTN menguat dengan cost of fund (CoF) yang membaik.

Peningkatan DPK Bank BTN didominasi kenaikan giro sebesar 38,24% menjadi Rp72,04 triliun per kuartal IV/2020. Permodalan Bank BTN juga makin tebal dengan penerbitan junior global bond yang diterbitkan awal 2020.

Sponsored

Dengan peningkatan di seluruh lini bisnis tersebut, aset Bank BTN tumbuh 15,85% yoy menjadi Rp361,20 triliun pada kuartal IV/2020. Posisi tersebut naik dari Rp311,77 triliun di kuartal IV/2019.

Tidak mau kalah dengan induk, kinerja Syariah BTN, yang kini masih menjadi unit usaha, menunjukkan kinerja positif. Ini terlihat dari aset unit usaha syariah (UUS) Bank BTN yang tumbuh sebesar 16,37% yoy menjadi Rp33,03 triliun pada kuartal IV/2020.

"Kami optimis, dengan proyeksi dan potensi yang ada meskipun masih di tengah pandemi, laba bersih perseroan tahun 2021 dapat tetap tumbuh pada kisaran Rp2,5 triliun-Rp2,8 triliun atau naik sekitar 50%-70% secara tahunan,” ujar Nixon.

Dirinya menjelaskan, proyeksi peningkatan laba bersih itu akan banyak ditopang penghematan biaya dana. Selain itu, perseroan akan mengandalkan penguatan digital untuk mendorong efisiensi dan fee based income (FBI).

Berita Lainnya