sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pandemi, tiap mal kehilangan Rp900 juta per bulan

Kondisi ini diyakini terus berlangsung hingga program vaksinasi dilaksanakan.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Sabtu, 17 Okt 2020 18:46 WIB
Pandemi, tiap mal kehilangan Rp900 juta per bulan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonsus Widjaja, mengatakan, tingkat kunjungan pusat perbelanjaan hingga saat ini masih tertahan di angka 30% dibandingkan waktu normal, sebelum adanya pandemi coronavirus baru (Covid-19).

Transaksi penjualan sekarang pun terbatas pada 40% untuk masing-masing mal atau setara Rp600 juta per bulannya dari total transaksi rata-rata sebesar Rp1,5 miliar per bulannya di kondisi normal. Dengan demikian, setiap bulannya pusat perbelanjaan kehilangan omzet hingga Rp900 juta.

"Transaksi penjualan belum menunjukkan perbaikan yang signifikan karena sampai dengan saat ini masih belum ada perbaikan daya beli masyarakat Indonesia. Transaksi penjualan maksimal hanya 40% dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi," katanya kepada Alinea.id, Sabtu (17/10).

Melihat situasi terkini, menurut Alphonsus, pemulihan tingkat kunjungan di pusat perbelanjaan akan berlangsung lambat. Alasannya, masih masifnya pertambahan kasus positif Covid-19. Mal akan terus terpuruk hingga dijalankannya vaksinasi.

"Berdasarkan pengalaman yang lalu, tingkat kunjungan akan berlangsung secara bertahap dan cenderung lambat. Kondisi pusat perbelanjaan masih akan terus dalam kondisi terpuruk sampai dengan nanti vaksinasi dilaksanakan," ujarnya.

Dia pun menjelaskan, pusat perbelanjaan tumbuh dalam keadaan defisit sejak merebaknya Covid-19, Maret 2020. Meski tidak dapat disamaratakan antara masing-masing pusat perbelanjaan, tetapi pandemi telah memukul sektor perdagangan dengan sangat hebat.

Untuk itu, pemerintah diminta memberikan sejumlah insentif lanjutan agar dunia usaha dapat terus bertahan hingga proses vaksinasi diselenggarakan secara merata pada 2021.

"Sejak dari Maret 2020 sampai dengan saat ini, pusat perbelanjaan masih terus dalam kondisi defisit. Kemampuan bertahan setiap pusat perbelanjaan berbeda-beda. Oleh karenanya, kami meminta subsidi dari pemerintah agar bisa bertahan sampai dengan saat vaksinasi nanti yaitu sampai dengan pertengahan tahun 2021," tandasnya.

Sponsored
Berita Lainnya