sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Panik coronavirus reda, IHSG dibuka menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,13% pada level 5.921 pada pembukaan Kamis (13/2).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 13 Feb 2020 09:09 WIB
Panik coronavirus reda, IHSG dibuka menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,13% ke level 5.921. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Rabu (12/2), IHSG turun ke level 5.913.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan sentimen datang dari investor yang menilai positif langkah yang diambil oleh pemerintah China untuk mengembalikan ekonomi yang terpukul oleh wabah coronavirus.

"Namun, investor masih waspada atas peningkatan jumlah kasus dan kematian dari coronavirus setelah China menggunakan cara perhitungan baru," tulis Dennies dalam riset hariannya, Kamis (13/2).

Sentimen dari coronavirus pun diperkirakan hanya akan berdampak negatif pada jangka pendek.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan investor akan mengalihkan perhatiannya kepada data persediaan minyak, tingkat inflasi dan pekerja di Amerika Serikat.

"Dari dalam negeri investor masih akan memantau kondisi aksi jual investor pada aset berisiko, dengan harapan kondusif dan menjadi alasan IHSG untuk bergerak rebound," kata Lanjar.

Lanjar mengatakan sentimen kasus pasar modal dan rush money sempat meningkatkan kekhawatiran investor dalam negeri. Hal ini membuat IHSG melemah di saat indeks regional dan global menguat.

"Banyaknya institusi keuangan yang mulai mengalami penurunan portofolio aset ekuitasnya terkena dampak rembetan kasus-kasus sebelumnya masih menjadi faktor utama pelemahan IHSG," ujar Lanjar.

Sponsored

Lanjar pun memprediksi IHSG berpotensi menguat di tengah penguatan bursa AS. Sementara, Dennies memperkirakan IHSG akan melemah dengan resistance berada di rentang 5.951-5.990 dan support pada level 5.858-5.885.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Rabu (12/2), saham-saham sektor konsumer turun 2,44%, terhempas cukup dalam di tengah aksi korporasi perusahaan Grup Salim yang tidak sesuai ekspektasi pasar. Pernyataan akuisisi Grup Pinehill yang masih sangat awal oleh perseroan membuat dua saham grup Salim, ICBP (-6,32%) dan INDF (-8,79%) terhempas cukup dalam pada perdagangan kemarin.

Berita Lainnya