sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Panik Covid-19, IHSG ditutup ke level 3.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 4,90% ke level 3.989.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 23 Mar 2020 17:20 WIB
Panik Covid-19, IHSG ditutup ke level 3.000
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 4,90% ke level 3.989. Tercatat seluruh sektor mengalami pelemahan dengan sektor industri dasar yang turun 5,87% dan sektor manufaktur yang terkoreksi 5,77% mendorong pelemahan IHSG.

Investor asing tercatat melakukan aksi beli di seluruh pasar sebesar Rp36,65 miliar. Saham milik PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) tercatat naik 33,33%, kemudian saham milik PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE) yang naik 25,36% dan saham milik PT Indofarma Tbk. (INAF) yang naik 24,78% tercatat menjadi top gainers pada perdagangan hari ini, Senin (23/3).

Sementara, saham milik PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk. (INTP) yang turun 6,97%, saham milik PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang turun 6,96%, dan saham milik PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) yang turun 6,96% menjadi saham-saham top losers di perdagangan hari ini.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Nico Demus mengatakan perdagangan pasar saham Asia pada awal pekan ini diwarnai dengan kepanikan. Sebab, India yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-dua setelah China resmi mengumumkan adanya lockdown.  

"Hal tersebut tentunya memberikan dampak psikologis pada Indeks saham India yang turun cukup signifikan pada penutupan pasar hari ini," kata Nico, Senin (23/3).

Nico melanjutkan, para pakar memperkirakan India akan mengalami ledakan kasus luar biasa dalam beberapa waktu ke depan.

Sementara, dari dalam negeri, upaya pemerintah menangani penyebaran coronavirus saat ini menjadi fokus dari pelaku pasar dalam mengambil keputusan.

"Kami melihat saat ini kebijakan fiskal dapat lebih ditunggu daripada kebijakan moneter," tutur Nico.

Sponsored

Selain itu, terdepresiasinya rupiah ke level Rp16.575 per dolar pada perdagangan hari ini memberikan sentimen negatif bagi psikologis pasar yang juga berdampak pada pergerakan harga saham.

Berita Lainnya