sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pariwisata dan e-commerce jadi motor penggerak ekonomi baru

Pertumbuhan kedua sektor ini melampaui ekonomi nasional.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 25 Jul 2018 10:42 WIB
Pariwisata dan e-commerce jadi motor penggerak ekonomi baru

Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan sektor penggerak ekonomi yang sedang berkembang, seperti pariwisata dan perdagangan elektronik (e-commerce). Apalagi pertumbuhan kedua sektor ini melampaui ekonomi nasional.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, sektor pariwisata dalam beberapa tahun terakhir tumbuh 14%-17% per tahun. Sedangkan sektor e-commerce, tumbuh lebih tinggi lagi yaitu 20%-25% per tahun. Padahal rata-rata pertumbuhan ekonomi hanya 5% saja

"Itulah motor-motor penggerak ekonomi yang harus dijaga," ujar Lembong di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (24/7).

Sektor pariwisata dan e-commerce merupakan dua sektor strategis. Selain bergerak di bidang jasa, sektor pariwisata juga berkelanjutan dan menyentuh hingga ke level bawah masyarakat. Sektor ini juga mampu menghasilkan devisa dan pelayanannya dilakukan  tenaga manusia.

Sponsored

Itulah sebabnya target investasi hingga Maret 2019 juga ditujukan untuk pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) yang membutuhkan total investasi US$ 20 miliar. Pembagiannya, US$ 10 miliar untuk investasi infrastruktur publik dan US$ 10 miliar untuk investasi infrastruktur swasta.

Sedangkan untuk e-commerce, sektor tersebut mendadak mendapatkan suntikan modal masuk (inflow) padahal pada empat tahun lalu relatif masih jarang.

"Estimasi saya, sekarang mencapai US$ 2-3 miliar per tahun atau Rp30-Rp40 triliun per tahun. Setara dengan 15-20% dari total investasi langsung luar negeri ( FDI/Foreign Direct Investment) kita per tahun," pungkasnya.

Berita Lainnya