logo alinea.id logo alinea.id

Pariwisata perbatasan jadi andalan gaet wisman

Tahun ini pemerintah menargetkan kunjungan 20 juta wisman. Kemenpar mengandalkan wisata perbatasan untuk menarik wisman ke tanah air.

Laila Ramdhini Jumat, 11 Jan 2019 14:23 WIB
Pariwisata perbatasan jadi andalan gaet wisman

Kementerian Pariwasata (Kemenpar) menyatakan target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia bisa dicapai tahun ini. Kemenpar akan mengandalkan wisata perbatasan (border tourism) untuk menarik wisman ke tanah air.

"Kunjungan 20 juta wisman menjadi target yang harus dicapai Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada 2019. Strategi sudah disiapkan, salah satu bidikan utamanya 'border tourism'," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, Jumat (11/1).

Arif mengatakan pada 2018 pariwisata perbatasan menyumbang 18% dari total kunjungan wisman ke Indonesia.  Tahun ini kunjungan ke destinasi pariwisata perbatasan ditargetkan naik menjadi 20% atau sekitar 3,4 juta dari total 20 juta wisman.

Arif sangat optimistis target tersebut dapat tercapai sebab border tourism sangat potensial. Arif menjelaskan pariwisata perbatasan dilakukan dengan menggarap pasar di wilayah perbatasan NKRI. 

“Ini sangat realistis karena wisman dari negara tetangga memiliki kedekatan secara geografis sehingga wisman lebih mudah, cepat, dan murah menjangkau destinasi di Indonesia,” kata Arif.

Selain itu, lanjut Arif, mereka juga memiliki kedekatan kultural/emosional yang membuat pariwisata perbatasan lebih mudah didatangkan. Arief menambahkan potensi pasar pariwisata perbatasan berada Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, PNG, maupun Timor Leste.

Menurut Arif, pemerintah akan menciptakan kantung-kantung destinasi baru yang digerakkan oleh kegiatan di lintas perbatasan seperti di Atambua, Belu, NTT, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Selain itu juga di Aruk, Sambas, Kalbar, kemudian di Skow, Papua, Kepri, Batam, Bintan dan lainnya.

"Tentunya di tahun 2019 Kemenpar akan all out menggelar acara-acara festival dan musik di wilayah perbatasan sehingga dapat memaksimalkan kunjungan wisman dari area perbatasan," katanya.

Pengembangan wisata di perbatasan dilakukan pemerintah dengan berkaca pada negara-negara di Eropa. Jumlah wisman di Prancis setiap tahun mencapai 80 juta wisman dan Spanyol yang mencapai 85 juta wisman. 

“Begitu juga dengan negara-negara kecil di Eropa yang memiliki jumlah wisatawan mencapai 10 juta karena ditopang oleh pariwisata perbatasan yang baik," katanya.  (Ant)