sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pasar modal belum pulih, namun sentimen positif mulai menghampiri

OJK melihat volatilitas indeks masih tinggi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 04 Agst 2020 13:58 WIB
Pasar modal belum pulih, namun sentimen positif mulai menghampiri
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 262022
Dirawat 60064
Meninggal 10105
Sembuh 191853

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, kondisi pasar modal Indonesia belum terlalu pulih dari kejatuhan indeks yang menyentuh level 3.937 pada 24 Maret 2020. Namun, sentimen positif mulai menghampiri pasar modal Indonesia belakangan ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, penguatan pasar modal Indonesia belakangan ini didorong oleh langkah investor domestik. Khususnya investor ritel dan nonresiden yang melakukan aksi beli sejumlah Rp1,5 triliun.

"Lalu hingga akhir Juli, di pasar Surat Berharga Negara (SBN) terjadi net buy sebesar Rp5,06 triliun," kata Wimboh dalam konferensi pers OJK, Selasa (4/8).

Meskipun menguat, OJK melihat volatilitas indeks masih tinggi. OJK mencatat pada Senin (3/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali turun 2,78% ke level 5.006 karena rilis data deflasi dan pengumuman resesi dari beberapa negara maju.

Wimboh pun mengatakan untuk menjaga agar volatilitas indeks tidak terlalu ekstrem, OJK sejak Februari telah menelurkan beberapa kebijakan. Mulai dari pelarangan transaksi short selling, buy back saham tanpa RUPS, hingga penerapan trading halt jika indeks turun 5%, dan melakukan perpendekan jam perdagangan efek.

"Kami melihat memang pasar modal belum sepenuhnya pulih, indeks kita masih di level 5.000. Kami akan tetap mendorong tercatatnya emiten baru sampai saat ini," tuturnya.

Sementara itu Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, akan terus memantau perkembangan penanganan Covid-19. Dia pun meyakini sentimen positif akan terbentuk di pasar modal seiring meredanya pandemi dengan ditemukannya vaksin.

"Kami masih memantau dan memonitor kebijakan pasar modal. Kebijakan masih tetap seperti itu, karena kami memantau pasarnya. Jadi kita fokus ke monitoring penanganan kasus Covid-19 di Indonesia," ujar Hoesen.

Sponsored
Berita Lainnya
×
img