sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pasar sambut positif kenaikan suku bunga acuan BI

Langkah tersebut diambil setelah data neraca perdagangan menunjukkan defisit cukup besar senilai US$ 1,02 miliar

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 15 Nov 2018 21:21 WIB
Pasar sambut positif kenaikan suku bunga acuan BI
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 410.088
Dirawat 58.418
Meninggal 13.869
Sembuh 337.801

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau. Pergerakan IHSG ini merespons kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang naik 25 basis poin ke 6%. Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat ke posisi Rp 14.665 per dolar AS dari pembukaan perdagangan Rp 14.753 per dolar AS.

Membuka perdagangan, Kamis (15/11), IHSG melanjutkan penguatan. IHSG naik 98 poin (0,62%) ke 5.894,51. Sedangkan indeks LQ45 naik 33 poin (0,91%) ke 934,25.

Sebanyak 226 saham naik, 152 saham turun, dan 135 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 424,165 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 11,445 miliar saham senilai Rp 8,560 triliun. Dana asing masuk tercatat Rp 1,016 triliun. Sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 6.755,353 triliun.

Pendiri dan Direktur Jagartha Advisors FX Iwan mengatakan, keputusan BI menaikkan suku bunga sebesar 25 bps, menuju level 6% memang di luar ekspektasi pasar. Namun langkah tersebut diambil setelah data neraca perdagangan menunjukkan defisit cukup besar senilai US$ 1,02 miliar. "Adapun pada pekan lalu, kita melihat neraca transaksi berjalan (CAD) yang juga semakin melebar," tutur dia, Kamis (15/11). 

Kondisi itu tentunya memerlukan langkah konkret oleh BI untuk menjaga nilai tukar. Apalagi ekspektasi perkembangan kondisi global menunjukan potensi The Fed menaikkan suku bunga di  Desember," ujarnya.

Sementara itu indeks utama bursa saham AS kompak ditutup dalam zona merah pada perdagangan hari Rabu (14/11). Indeks Dow Jones turun 0.81%, S&P melemah 0.76% dan Nasdaq tertekan 0.90%.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Gowa Makassar Touring (GMTD) naik Rp 1.250 ke Rp 13.975, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 1.100 ke Rp 41.100, saham Indocement Tunggal bertambah Rp 875 ke Rp 19650 dan saham Pool Advista Indonesia (Pool) naik RP 595 ke p 5.575. 

Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, selain melihat sentimen dalam negeri yakni rilis neraca perdagangan dan suku bunga acuan, pasar juga perlu melihat faktor dari global.

Sponsored

"Harus cek faktor eksternal juga. Beberapa faktornya yaitu perkembangan brexit dengan beberapa menteri Inggris mengundurkan diri. Selain itu, dana asing masuk lagi ke emerging market," ujarnya.

Turunnya harga minyak dunia membuat pelaku pasar memburu mata uang Indonesia dan India membuat IHSG menguat. Minyak yang murah akan menguntungkan Indonesia dengan inflasi rendah. Harga BBM non subsidi setidaknya tertahan sampai akhir tahun.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Unggul Indah Cahaya (UNIC) berkurang Rp 370 ke Rp 3.520, kemudian saham Pabrik Kertas Tjiwi Kima (TKIM) turun Rp 275 ke RP 12.050, saham Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 270 ke Rp 4.010, dan saham Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) turun Rp 225 ke Rp 11.475. 

Berita Lainnya