sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Passpod bukukan pendapatan Rp19,65 miliar

Pendapatan Passpod meroket 377% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Minggu, 23 Des 2018 14:09 WIB
Passpod bukukan pendapatan Rp19,65 miliar

Hingga Oktober 2018, PT Yelooo Integra Datanet Tbk. (Passpod) membukukan pendapatan Rp19,65 miliar. Angka tersebut meroket 377% dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni senilai Rp 4,1 miliar.

Chief Executive Officer Passpod Hiro Whardana mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa bisnisnya sesuai dengan kebutuhan pasar para pelancong. 

"Pertumbuhan ini merupakan bukti bahwa layanan dan produk Passpod memang dibutuhkan oleh pasar," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Alinea.id, Sabtu (22/12).

Hiro mengungkapkan, sebagai Digital Tourist Pass, Passpod akan berinovasi memenuhi kebutuhan pasar. Passpod pun berencana mengembangkan ekosistem on demand berbasis aplikasi pada 2022.

Dalam aplikasi tersebut, perusahaan teknologi penyedia jasa sewa modem wifi itu bisa menawarkan berbagai kebutuhan dan berbagai rekomendasi yang relevan bagi traveler selama bepergian di dalam mau pun luar negeri. 

Layanan yang bisa diberikan di antaranya penjualan tiket destinasi wisata on the spot, itinerary builder, e-commerce, asuransi perjalanan dan lainnya.

Passpod berencana ekspansi bisnis ke lima negara di Asia seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar, dan Korea Selatan. Saat ini, layanan Passpod sudah digunakan di 70 negara.

Sementara itu, Passpod memprediksi, jumlah outbound traveler Indonesia akan mencapai 10,6 juta orang pada 2021.

Sponsored

Sebagai informasi, Passpod resmi melantai di bursa saham pada 29 Oktober 2018 dengan melepas 130 juta saham pada harga Rp375. Dari aksi korporasinya tersebut, perseroan berhasil mengantongi dana segar senilai Rp48,7 miliar.