sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pedagang pasar di Jateng terbanyak positif Covid-19

Secara kumulatif, 1.762 pedagang pasar terinfeksi SARS-CoV-2. Sebanyak 68 di antaranya meninggal dunia.

Andi Adam Faturahman
Andi Adam Faturahman Senin, 07 Des 2020 19:44 WIB
Pedagang pasar di Jateng terbanyak positif Covid-19

Pedagang pasar tradisional yang terinfeksi Covid-19 melonjak signifikan dalam dua bulan terakhir. Demikian data yang dihimpun Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI).

“Total ada sekitar 1.762 pedagang pasar terpapar virus korona dengan total kasus meninggal dunia sebesar 68 pedagang,” ucap Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI, Reynaldi Sarojowan, dalam keterangan tertulis, Senin (7/12).

Berdasarkan pantauan IKAPPI di 19 pasar tradisional yang disinyalir menjadi lokasi rawan penyebaran Covid-19, penularan tertinggi terjadi di Jawa Tengah (Jateng) pada Juni-Desember 2020. Di sana, terdapat 475 kasus positif dan 20 fatalitas.

Urutan kedua ditempati DKI Jakarta dengan 152 kasus positif dan 4 fatalitas. "Catatan tersebut didapat dari hasil pemantauan IKAPPI di 28 provinsi dan 109 kabupaten/kota," ujar Reynaldi.

Dirinya melanjutkan, terjadi penambahan 3 kasus kematian dari 1.762 kasus positif. Pekan sebelumnya terdata 65 kasus meninggal dunia yang terdapat di 286 pasar pada 109 kabupaten/kota di 28 provinsi.

Karenanya, IKAPPI mendesak pemerintah lebih gencar menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan dan memasifkan tes cepat (rapid test) atau usap (swab test) di seluruh pasar-pasar di Indonesia. Kemudian, memberikan stimulus guna menjaga kelangsungan hidup pasar dan pedagang.

“Pasar harus tetap berjalan sebagai penopang perekonomian daerah dan menjadi pusat distribusi pangan rakyat. Apalagi di masa resesi saat ini dan dampak lainnya akan sulit dihadapi pedagang,” tuturnya.

IKAPPI mendorong demikian mengingat omzet pedagang turun 55%-70% saat pandemi. Insentif diyakini berkontribusi positif karena dapat mengembalikan tingkat daya beli masyarakat.

Sponsored

"Kami meminta kepada pemerintah untuk menjadikan pasar tradisional sebagai pusat fondasi perekonomian lokal atau daerah, sehingga kita bisa tetap menjaga perekonomian pasar tetap bertumbuh,” tandasnya.

Berita Lainnya