sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pefindo prediksi penerbitan obligasi kembali marak di semester II-2019

Pefindo menargetkan penerbitan obligasi korporasi sejumlah Rp135 triliun tahun ini.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 16 Jul 2019 13:48 WIB
Pefindo prediksi penerbitan obligasi kembali marak di semester II-2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan potensi penerbitan obligasi korporasi dan mid term notes (mtn) akan semakin marak di semester II-2019. Pefindo mencatat pasar surat utang obligasi masih terus tumbuh dengan total outstanding mencapai lebih dari Rp400 triliun hingga akhir Juni 2019. 

Direktur Utama Pefindo Salyadi Saputra mengatakan penerbitan obligasi korporasi di semester I-2019 cukup baik. "Ada Rp52,5 triliun issuance (penerbitan), jika dibandingkan dengan full year 2018 sebesar Rp105,3 triliun, sudah setengahnya," ujar Salyadi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (16/7).

Salyadi melanjutkan, tahun ini Pefindo menargetkan penerbitan obligasi korporasi sejumlah Rp135 triliun. Target ini hampir sama dengan tahun lalu. Pefindo memasang target tersebut karena tahun lalu terjadi peningkatan suku bunga dan memperkirakan penerbitan obligasi pada semester II-2018 turun.

"Hal itu betul terjadi dan pada semester I-2019, kita belum bisa recover. Tahun lalu semester I bagus, semester II melambat, tahun ini kebalikannya," ujar Salyadi.

Untuk semester I-2019, Salyadi mengatakan telah ada 126 emiten outstanding obligasi dibandingkan tahun lalu full year sejumlah 121 emiten. Outstanding obligasi ini sebagian besar didominasi oleh industri perbankan sejumlah 35 emiten dan perusahaan pembiayaan sejumlah 21 emiten. 

Sementara, selama semester I-2019, belum ada emiten yang menerbitkan sekuritisasi. Begitupula dengan penerbitan mid term notes (mtn) yang belum menggembirakan sepanjang semester I-2019, yang hanya berjumlah 11 penerbitan mtn.

Untuk tenor, Pefindo mencatat hingga akhir Juni 2019 tenor jangka pendek dengan waktu tiga tahun dan menengah dengan waktu lima tahun masih menjadi favorit penerbitan. Tenor tiga tahun mencakup 40% dari nilai penerbitan baru obligasi korporasi dan tenor lima tahun mencakup 26,8% nilai penerbitan baru obligasi korporasi.

Sementara itu, investor pasar obligasi sebagian besar datang dari reksa dana dengan porsi terhadap outstanding obligasi korporasi sebesar 27,05%, disusul perbankan dengan porsi terhadap outstanding obligasi korporasi sebesar 20,52%. Sedangkan asuransi dan dana pensiun menjadi dua di antara investor institusi dengan proporsi kepemilikan obligasi korporasi yang cenderung menurun. 

Sponsored

Kemudian untuk investor asing, kepemilikannya tetap rendah jika dibandingkan dengan obligasi negara dan saham, hanya 6,3%. 

"Untuk mandat di semester II-2019 yang masuk ke Pefindo tapi belum terealisasi mencapai Rp37,12 triliun," tutur Salyadi.

Sektor dengan nilai penerbitan terbesar adalah perbankan sebesar 28,02% dengan rencana emisi Rp10,400 miliar, disusul dengan sektor pembiayaan 22,36% dengan rencana emisi Rp8,301 miliar, dan listrik 8,99% dengan rencana emisi Rp3,336 miliar.

Berita Lainnya