sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pelaku usaha menghadapi tantangan konektivitas

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan, pelaku usaha tengah menghadapi tantangan konektivitas antarwilayah dan kawasan

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 10 Des 2018 13:21 WIB
Pelaku usaha menghadapi tantangan konektivitas

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan, pelaku usaha tengah menghadapi tantangan konektivitas antarwilayah dan kawasan dari ujung barat hingga timur Indonesia pada era disrupsi saat ini.

Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani menyebutkan, penguatan konektivitas mutlak dilakukan untuk menstimulus pertumbuhan simpul-simpul gerakan ekonomi baru di daerah. Pada saat ini Pulau Jawa masih mendominasi perekonomian nasional.

Penguatan konektivitas yang sejalan dengan pertumbuhan pergerakan ekonomi baru di daerah akan mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing nasional. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Tantangan penguatan konektivitas untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang merata dan berkelanjutan. Juga tantangan era digital dalam dunia bisnis menjadi dua poin penting di era disrupsi ini,” katanya dalam seminar The Future Digital Transformation, Government & Private Partnership, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (10/12).

Oleh sebba itu, diperlukan sinergi antara swasta dan pemerintah dalam menjawab sejumlah tantangan tersebut. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjadi tolok ukur yang pada akhirnya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Apindo Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto berharap dapat mendapat masukan terkait peningkatan sinergi pemerintah dan swasta nasional. Hal itu untuk menjawab persoalan penguatan konektivitas nasional dan persaingan dagang pada era transformasi digital.

“Indonesia memiliki karakteristik geografis yang terdiri dari pulau-pulau sehingga tantangan penguatan konektivitasnya membutuhkan rumusan dan cara-cara tersendiri,” ujarnya.

Penguatan konektivitas Indonesia membutuhkan jaringan sistem seluruh moda transportasi yang terintegrasi, baik dari darat, laut, udara, dan kereta api. 

Sponsored

Sistem integrasi antarmoda transportasi juga perlu terkoneksi dan terpadu dengan kawasan-kawasan industri sebagai simpul pergerakan ekonomi.

Adapun dengan sistem transportasi yang terintegrasi dengan kawasan industri akan lebih efisien dan efektif bagi sistem distribusi manusia dan barang. Apalagi pada era transformasi digital, pelaku usaha dituntut untuk mengikuti pola pasar yang menginginkan layanan transportasi efisien, cepat, aman, dan nyaman.

"Dibutuhkan keterlibatan peran pemerintah dan swasta nasional. Dibutuhkan juga kesepahaman dan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha transportasi nasional dalam merumuskan dan mencari cara penguatan konektivitas nasional," pungkas Carmelita.