sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pelni operasikan 72 armada untuk Natal dan Tahun Baru

Pelni akan menambah frekuensi pada ruas-ruas yang berpotensi mengalami lonjakan penumpang.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 29 Nov 2019 17:05 WIB
Pelni operasikan 72 armada untuk Natal dan Tahun Baru

Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru) yang dimulai 11 Desember-8 Januari 2020, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) (Pelni) mengatakan telah melakukan persiapan penyesuaian jadwal dan rute pada sejumlah kapalnya.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro mengatakan untuk kesiapan angkutan Nataru tahun ini, Pelni telah menyelesaikan docking untuk seluruh armadanya. Perusahaan nantinya akan mengoperasikan 72 armada yang terdiri dari 26 kapal trayek Nusantara dan 46 trayek kapal perintis untuk melayani masyarakat Indonesia.

"Beberapa antisipasi akan kami lakukan. Selain telah menyelesaikan docking untuk seluruh kapal, kami juga akan menyesuaikan jadwal dengan skema rerouting untuk menyiasati keterbatasan armada dan meningkatnya permintaan akan angkutan kapal," kata Yahya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (29/11) .

Yahya melanjutkan, untuk mendukung pelaksanaan angkutan Nataru di tahun ini, Pelni akan menambah frekuensi pada ruas-ruas yang berpotensi mengalami lonjakan penumpang. Ruas tersebut seperti pada ruas Papua Port, Papua Port-Ambon, Bitung-Jayapura Port, dan Batam-Belawan.

Pelni juga akan melakukan sejumlah penambahan ruas untuk KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang dalam melayani wilayah Tengah, seperti ruas Tarakan-Nunukan-Balikpapan-Makassar-NTT dan KM Nggapulu pada wilayah Timur khususnya Maluku, dengan penambahan ruas Ambon, Banda dan Tual. Selain itu, Pelni juga akan mengoperasikan KM Lawit dengan melakukan penambahan ruas dengan tujuan Padang dan Sibolga.

Selain itu, Pelni juga menambah kapasitas angkutan penumpang. Dispensasi jumlah penumpang di tiap-tiap kapal berbeda berdasarkan hasil audit kapal oleh Kementerian Perhubungan. Adapun untuk tiket tambahan akan dijual setelah seluruh tiket utama terjual habis.

"Pelni akan kembali menjual tiket dispensasi bagi masyarakat yang akan berpergian pada periode Nataru. Penjualan tiket dispensasi sesuai dengan jumlah yang diizinkan oleh Kementerian Perhubungan agar tetap menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan selama perjalanan," tutur Yahya.

Yahya menyebut penambahan jumlah penumpang tersebut dibarengi dengan jumlah alat-alat keselamatan yang berada di atas kapal.

Sponsored

Pelni pun mengimbau penumpang agar membeli tiket jauh-jauh hari dan tiba di pelabuhan keberangkatan minimal dua jam sebelumnya. Pembelian tiket dapat diakses pada H-30 dari tanggal keberangkatan.

Yahya menjelaskan, tiket dapat diakses melalui aplikasi Pelni Mobile App, agen resmi, dan loket-loket di kantor cabang. Penumpang cukup memesan tiket via HP dan melakukan pembayaran melalui ATM atau Indomaret dan Alfamart terdekat. Setelah mendapat kode booking, tiket dapat dicetak saat akan berangkat di pelabuhan keberangkatan.

"Penjualan tiket kapal Pelni sudah tersistem. Jika para pelanggan menemui kendala, silahkan menghubungi contact center PELNI di 162 yang melayani pelanggan 24 jam," katanya.