sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kementerian ESDM: Pembangunan smelter terganggu coronavirus

Sekitar 300 hingga 400 pekerja China belum bisa kembali ke Indonesia untuk melanjutkan pekerjaannya.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 12 Mar 2020 13:35 WIB
Kementerian ESDM: Pembangunan smelter terganggu coronavirus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 389.712
Dirawat 62.649
Meninggal 13.299
Sembuh 313.764

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) terganggu akibat mewabahnya virus corona jenis baru (Covid-19) di China.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara Bambang Gatot menjelaskan dirinya baru beberapa waktu lalu berkunjung ke fasilitas smelter milik perusahaan asal China Virtue Dragon Nickel Industry di Sulawesi Tenggara. Perusahaan itu masih dalam tahap pembangunan.

"Untuk pekerjaan smelter, kebetulan saya kemarin datang ke Virtue Dragon. Memang yang masih dalam tahap pembangunan masih terganggu karena tenaga kerja asal China yang pulang tidak bisa kembali," katanya dalam paparan, di Jakarta, Kamis (12/3).

Bambang menuturkan sekitar 300 hingga 400 pekerja China belum bisa kembali ke Indonesia untuk melanjutkan pekerjaannya.

"Jadi yang masih berjalan dan sudah berjalan (sudah produksi) sepertinya tidak mengalami gangguan, tapi yang masih konstruksi mengalami gangguan," jelasnya.

Kendati demikian, Bambang menyebut dampak corona cepat atau lambat bakal terasa bagi industri tambang. Namun, hingga saat ini belum ada perusahaan yang menyampaikan keluhan atau gangguan akibat corona.

Selain itu, jika dilihat dari perkembangan harga komoditas tambang, ia juga mengatakan masih cenderung stabil.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan dampaknya akan terasa dalam waktu panjang (long term).

Sponsored

"Saya amati dari perkembangan harga masih bagus, mulai dari bauksit, timah, emas, batu bara juga relatif lumayan. Jadi belum tercermin kondisi tidak membaik, itu belum kelihatan," katanya.

Kementerian ESDM menargetkan pembangunan 52 fasilitas pemurnian atau smelter hingga 2023 dengan rencana investasi US$20,4 miliar.

Saat ini, telah ada 17 smelter eksisting dengan rincian 11 smelter nikel, dua smelter bauksit, satu smelter besi, dua smelter tembaga, dan satu smelter mangan.

Rencananya akan ada penambahan 18 smelter nikel, tujuh smelter bauksit, tiga smelter besi, dua smelter tembaga, satu smelter mangan dan empat smelter timbal dan seng. (Ant)

Berita Lainnya