sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemegang saham Unilever setujui penjualan "Blue Band" ke KKR

Total nilai transaksi adalah sebesar Rp2,92 triliun.

Hermansah
Hermansah Kamis, 21 Jun 2018 16:01 WIB
Pemegang saham Unilever setujui penjualan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) menyetujui penjualan aset bisnis margarin (spreads) yang mencakup aset tak berwujud, yaitu hak untuk mendistribusikan produk dengan merek dagang global Frytol, Blue Band Master dan Blue Band, serta merek dagang lokal Minyak Samin dan Blue Band Gold. Sejumlah merek itu dijual ke perusahaan investasi asal Amerika Serikat, KKR.

Selain itu, Perseroan juga akan menjual aset berwujud seperti aset produksi, perlengkapan, persediaan dan barang dagang serta menyewakan sebagian tanah dan bangunan pabrik Cikarang yang digunakan untuk memproduksi produk kategori Spreads. Total nilai transaksi adalah sebesar Rp2,92 triliun.

Setelah transaksi, KKR akan mengoperasikan bisnis Spreads di Indonesia melalui anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya. Kesepakatan ini diharapkan akan ditandatangani pada Juli.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk., Hemant Bakshi, menyampaikan, pemisahan bisnis ini menandai langkah lebih lanjut dalam membentuk kembali dan mempertajam portofolio Perseroan untuk pertumbuhan jangka panjang.

"Penjualan akan menciptakan bisnis Spreads yang berdiri sendiri dengan fokus pada pertumbuhan dan inovasi. Saya yakin bisnis dan jiwa wirausaha masyarakat akan berkembang di bawah kepemilikan yang baru,“ jelas dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/6).

Sebagaimana yang diketahui, pada Desember 2017, secara global, Unilever (Unilever NV dan Unilever Plc) menerima tawaran dari KKR, sehubungan dengan pembelian bisnis Spreads global milik Unilever, termasuk aset kategori Spreads di Indonesia yang dikelola Perseroan.

KKR adalah perusahaan investasi global terkemuka yang mengelola multiple alternative asset classes, termasuk ekuitas swasta, energi, infrastruktur, real estate, kredit dan, melalui kemitraan manajer strategisnya.

“Sebagai bagian dari Unilever yang memiliki operasi di seluruh dunia, Perseroan tentunya
selalu menyelaraskan strategi maupun kebijakan global dari Unilever untuk merek-merek
yang dikomersialisasi oleh Perseroan di Indonesia,"  terang Hemant.

Sponsored
Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya