sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah alokasikan KUR UMKM sektor produksi Rp114 triliun

Kredit usaha rakyat (KUR) yang akan dialokasikan pemerintah pada tahun depan sebesar Rp114 triliun untuk sektor produksi atau 60% dari total

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 20 Des 2019 20:49 WIB
Pemerintah alokasikan KUR UMKM sektor produksi Rp114 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 282724
Dirawat 61686
Meninggal 10601
Sembuh 210437

Kredit usaha rakyat (KUR) yang akan dialokasikan pemerintah pada tahun depan sebesar Rp114 triliun untuk sektor produksi atau 60% dari total alokasi Rp190 triliun.

Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Teten Masduki mengatakan dana KUR sebesar 60% akan diprioritaskan untuk UMKM di sektor produksi. Seperti diketahui, jumlah KUR untuk tahun 2020 sebesar Rp190 triliun. 

"Tahun depan UMKM kita akan diprioritaskan 60% untuk sektor produksi. UMKM yang punya produk unggulan itu harus dapat prioritas pembiayaan supaya skala ekonomi mereka jadi besar," kata Teten usai acara Brilianpreneur UMKM Export di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (20/12).

Teten mengatakan Kementerian Koperasi dan UMKM akan mendorong pertumbuhan produk-produk unggulan berdasarkan sentra. Jika bisa, Teten mengharapkan tiap daerah memiliki produk unggulannya masing-masing. 

Produk unggulan yang dimaksud Teten, adalah produk dengan pasar yang bagus, baik di dalam negeri, maupun luar negeri. Sehingga, lanjut Teten, Kementerian Koperasi dan UMKM akan fokus mendorong UMKM tersebut berkembang. 

"Di dunia yang pasarnya tumbuh, itu home decor mulai dari furniture, kerajinan pajangan-pajangan dan juga muslim fashion, halal food, akan kami dorong pertumbuhannya," ujarnya. 

Teten mengatakan beberapa produk UMKM seperti dekorasi rumah sudah berkelas dunia. Teten pun optimistis produk-produk ini bisa diperbesar lagi produksinya dan diekspor ke luar. 

Teten pun berharap ekspor UMKM yang hingga saat ini sebesar 14,5%, pada 2024 bisa melonjak hingga dua kali lipat.

Sponsored

"Ini penting sekarang bagaimana UMKM itu terintegrasi dengan value chain, supply chain, kalau bisa dengan global chain," kata Teten. 

Teten melanjutkan, kementeriannya sudah mencoba membuat satu penyederhaan untuk produk UMKM. Kementerian Koperasi dan UMKM, kata Teten, akan membuat kantor bersama untuk ekspor UMKM. 

"Jadi semua perizinan, sertifikasi, pembiayaan untuk ekspornya di situ," tuturnya. 

Harga rumah mewah kian murah

Harga rumah mewah kian murah

Senin, 28 Sep 2020 15:10 WIB
Rapid test, demi kesehatan atau cuan?  

Rapid test, demi kesehatan atau cuan?  

Minggu, 27 Sep 2020 17:55 WIB
Berita Lainnya