sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah bidik 11 proyek strategis lifting migas

Lewat proyek ini pemerintah menargetkan produksi dua juta barrel oil ekuivalen per day (bopd).

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Jumat, 10 Mei 2019 14:17 WIB
Pemerintah bidik 11 proyek strategis lifting migas

Pemerintah melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membidik 11 proyek lifting minyak dan gas bumi (migas) yang akan beroperasi (onstream) pada tahun 2019. Lewat proyek ini, pemerintah menargetkan produksi dua juta barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/bopd).

"Sebelas proyek ini berpotensi menambah produksi minyak sebesar 13.587 bopd dan gas 1.172 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD)," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (10/5).

Proyek yang beroperasi pada 2019 adalah Proyek Terang Sirasun Batur Phase 2 oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Kangean Energy Indonesia dengan estimasi produksi gas sebesar 120 MMSCFD, Seng Segat milik EMP Bentu Ltd dengan estimasi produksi gas 60 MMSCFD, Ario-Damar-Sriwijaya Phase-2 milik PT Tropik Energi Pandan dengan estimasi produksi gas 20 MMSCFD, dan Suban Compression milik ConocoPhillips (Grissik) Ltd dengan estimasi produksi gas 100 MMSCFD.

Di samping itu, ada pula proyek YY milik PHE ONWJ dengan estimasi produksi gas 25,5 MMSCFD dan minyak 4.605 bopd, Bukit Tua Phase-3 milik Petronas Carigali Ketapang II Ltd dengan estimasi produksi minyak 3.182 bopd dan gas 31 MMSCFD (gas), serta  Buntal-5 milik Medco E&P Natuna Ltd dengan estimasi produksi gas 45 MMSCFD.

Sponsored

Kemudian, terdapat pula proyek onstream yang berpotensi menghasilkan migas, seperti Bison-Iguana-Gajah Puteri milik Premier Oil Natuna Sea BV sebanyak 80 MMSCFD, Temelat milik PT Medco E&P Indonesia sebesar 10 MMSCFD, Panen milik PetroChina International Jabung Ltd sebesar 2.000 bopd, dan Kedung Keris milik ExxonMobil Cepu Ltd sebesar 3.800 bopd.

Adapun investasi hulu migas hingga  April sebesar US$3,17 miliar. Selain itu, masih ada tambahan investasi dari komitmen kerja pasti (KKP) di wilayah kerja Jambi Merang pada tahun ini sejumlah US$38,1 juta. Secara kumulatif, tambahan investasi dari KKP dan komitmen pasti (KP) hingga tahun 2026 adalah sebesar US$2,16 miliar untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.

Sebagai informasi, realisasi lifting migas hingga April 2019 mencapai 1,8 juta barel setara minyak per hari dengan rincian lifting minyak 750.000 barel per hari (bopd) dan lifting gas 5.909 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Jumlah ini mencapai 89% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar dua juta boepd. (Ant)

Berita Lainnya