sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah bidik investasi hulu migas US$13,8 miliar di 2020

SKK Migas menyatakan masih banyak cadangan migas untuk dieksplorasi tahun ini.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 09 Jan 2020 17:35 WIB
Pemerintah bidik investasi hulu migas US$13,8 miliar di 2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan pemerintah membidik investasi sektor hulu migas sebesar US$13,8 miliar pada 2020.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjelaskan target investasi tersebut akan tercapai dan cukup realistis karena masih adanya 128 cekungan berisi minyak dan gas yang akan beroperasi, meski saat ini hanya beroperasi 20 cekungan.

"Bahkan di wilayah kerja lama yang telah bertahun-tahun di eksploitasi tetap masih memberikan potensi yang signifikan," ujarnya di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (8/1).

Selain itu, ditemukannya cadangan gas terbesar di dunia atau giant discovery di Blok Saka Kemang di KBD-2X sebesar 2 trilion cubic feet (TCF) oleh Repsol, akan memberi devisa yang besar bagi negara.

Selain dapat meningkatkan nilai investasi, penemuan cadangan migas besar seperti blok Saka Kemang tersebut juga akan meningkatkan pendapatan negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Selain kontribusi dalam pendapatan negara, melalui pajak maupun pendapatan negara langsung, sektor hulu migas masih merupakan salah satu penggerak utama perekonomian nasional dengan kontribusinya dari pajak," ucapnya.

Dwi menjelaskan investasi di sektor hulu migas ini akan digunakan sebesar US$9,2 miliar untuk produksi, sebesar US$ 2,5 miliar untuk development, dan eksplorasi sebesar US$1,2 miliar.

Capaian 2019

Sponsored

Sementara, Dwi menyatakan realisasi investasi sektor hulu migas sepanjang 2019 hanya mencapai US$11,49 miliar atau lebih rendah dari target sebesar US$13,4 miliar.

Meski demikian, kata Dwi, realisasi pada 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pada 2018 yang sebesar US$ 11 miliar dan 2017 yang hanya sebesar US$ 10,27 miliar.

"Realisasi migas masih lebih baik dibandingkan realisasi investasi di tahun 2018 sebesar US$ 11 miliar dan tahun 2017 sebesar US$ 10,27 miliar," kata dia.

Berita Lainnya

, : WIB

Ovo bagikan tips atur keuangan selama Ramadan

Selasa, 13 Apr 2021 19:05 WIB

Masyarakat jangan khawatirkan efikasi vaksin

Selasa, 13 Apr 2021 17:26 WIB