logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah gandeng Ikatan Arsitek Indonesia rancang ibu kota baru

Pemerintah menyatakan akan melibatkan Ikatan Arsitek Indonesia dalam membuat rancangan tata ruang calon ibu kota baru.

Soraya Novika
Soraya Novika Selasa, 14 Mei 2019 15:05 WIB
Pemerintah gandeng Ikatan Arsitek Indonesia rancang ibu kota baru

Pemerintah akan menggandeng Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk merancang tata ruang ibu kota baru. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan tak hanya menggaet tim dari IAI, pemerintah juga bakal mengajak kontribusi seniman dan budayawan handal dalam merancang ibu kota baru tersebut.

"Kami akan bikin workshop berantai dari segi perencanaan atau masterplan tersebut, apakah mau menjadi green city, smart city, atau compact city, dan kegiatan itu akan intensif mulai 2020," kata Basuki di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/5).

Lebih lanjut, Basuki mengatakan, sebelum merampungkan rancangan tata ruang, pemerintah akan membangun arteri jalan di kota tersebut. Sebab, kata Basuki, infrastruktur merupakan urat nadi dalam sebuah kota. 

Di sisi lain, Basuki mengatakan meski ibu kota baru nantinya difokuskan sebagai pusat pemerintahan, pemerintah tetap akan membangun pusat perekonomian demi meramaikan kota tersebut agar tidak terlihat layaknya kota mati seperti Canberra, Australia.

"Jadi nanti, setiap Sabtu dan Minggu, pemerintah mungkin bakal menggelar MICE (Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions), biar ada kegiatan supporting economic-nya, tapi bukan kegiatan ekonomi besar-besaran seperti Jakarta," tuturnya.

Saat ditanya lokasi ibu kota baru tersebut, Basuki menyebut cenderung memilih Kalimantan Timur dibandingkan Kalimantan Tengah. Alasannya, kata Basuki, Kalimantan Timur sudah memiliki infrastruktur seperti tol dan bandar udara.

"Kalau lokasinya di Kalimantan Tengah, pembangunannya dari nol karena lokasinya jauh ya," katanya.

Sponsored

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro telah membocorkan konsep ibu kota baru tersebut. 

Menurutnya, lokasi ibu kota baru yang rencananya berada di Kalimantan itu bakal tetap mengedepankan fungsi pulau tersebut sebagai paru-paru dunia. Artinya, pemerintah menjamin pembangunan ibu kota baru itu tidak akan merusak lingkungan, terutama kawasan hutan lindung.

Bappenas saat ini juga sudah memegang desain ibu kota baru yang komprehensif, termasuk kawasan inti pemerintahan seluas 2.000 hektare dan kawasan perkotaan seluas 40.000 hektare.

Presiden Jokowi juga sudah meninjau dua lokasi yang dicalonkan jadi ibu kota baru, yakni Bukit Soeharto di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan Bukit Nyuling di Gunung Mas, Kalimantan Tengah. 

Namun, hingga kini penetapan lokasi ibu kota baru masih belum dimunculkan secara pasti oleh pihak pemerintah demi mencegah lonjakan harga oleh spekulan.