sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah klaim perdagangan mulai membaik pada Juli 2019

Kementerian Perdagangan merilis data ekspor-impor hingga Juli 2019.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 22 Agst 2019 16:13 WIB
Pemerintah klaim perdagangan mulai membaik pada Juli 2019

Kementerian Perdagangan mengungkapkan kinerja perdagangan Indonesia mulai membaik. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyebut hal ini ditandai dengan kinerja ekspor Juli 2019 yang mengalami kenaikan dan impor yang mengalami penurunan.

Ekspor Juli 2019 tercatat sebesar US$15,5 miliar atau naik 31% dibanding bulan sebelumnya (month to month/mtm)

“Peningkatan ekspor disebabkan peningkatan ekspor migas sebesar 115,2% (mtm) dan peningkatan ekspor nonmigas sebesar 25,3% (mtm),” kata Mendag lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Enggartiasto menyampaikan, secara kumulatif, pada periode Januari-Juli 2019 ekspor nonmigas tercatat sebesar US$88,1 miliar atau turun 6,6% dibanding periode yang sama tahun 2018.

Namun, menurut Enggartiasto, penurunan ini sedikit lebih baik dibanding periode Januari-Juni 2019 yang turun 8,6%. Selama periode Januari-Juli 2019, lanjutnya, ekspor seluruh sektor mengalami pelemahan. Sektor migas mengalami penurunan terbesar yaitu turun 21,8% (year on year/yoy), sementara tahun sebelumnya meningkat 12,4 persen (yoy).

Ekspor sektor pertambangan turun 17,1%, sementara tahun lalu naik 37,5%. Sektor industri turun 4,3%, di mana tahun lalu naik 6,9%, sedangkan sektor pertanian turun 0,2% (yoy), sementara tahun lalu juga turun 7,5%.

Pelemahan kinerja ekspor Januari-Juli 2019 disebabkan oleh faktor tekanan harga beberapa komoditas utama Indonesia di pasar internasional, seperti batu bara dan minyak kelapa sawit (CPO).

“Kondisi global masih menekan kinerja ekspor nonmigas selama Januari-Juli 2019,” jelas Mendag.

Sponsored

Secara keseluruhan penurunan ekspor nonmigas selama Januari-Juli 2019 juga dipicu melemahnya ekspor ke 10 besar negara tujuan utama, kecuali Malaysia dan Vietnam yang naik masing-masing sebesar 0,5% dan 20%.

Adapun kinerja impor selama bulan Juli 2019 tercatat sebesar US$15,5 miliar d atau turun 15,2% dibanding Juli 2018 (yoy), namun meningkat 35,% dibanding Juni 2019 (mtm).

Secara kumulatif, selama Januari-Juli 2019, total impor Indonesia mencapai US$97,7 miliar , atau mengalami penurunan 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$107,3 miliar.

“Penurunan impor Januari-Juli 2019 dipicu permintaan impor migas yang turun sebesar 24,4% dan nonmigas turun 6,2%,” tegas Mendag.

Penurunan impor periode Januari-Juli 2019 tersebut disebabkan oleh menurunnya permintaan impor seluruh golongan barang. Impor barang konsumsi turun sebesar 10,2%, impor bahan baku/penolong turun 9,5%, dan impor barang modal turun 5,7%.

Barang konsumsi yang impornya mengalami penurunan signifikan, antara lain bahan bakar dan pelumas olahan (31,7%), makanan dan minuman olahan (24,8%), serta alat angkutan bukan untuk industri (21,1%).

Sementara itu, neraca perdagangan bulan Juli 2019 tercatat masih mengalami defisit sebesar US$63,5 juta dolar AS yang disebabkan defisit neraca perdagangan migas. Perdagangan nonmigas tercatat sebesar US$78,9 juta, sedangkan neraca perdagangan migas tercatat sebesar US$142,4 juta. (Ant)