logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah luncurkan sukuk ST-003 mulai Rp1 juta

Kementerian Keuangan meluncurkan sukuk tabungan seri ST-003 secara online (e-SBN).

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Jumat, 01 Feb 2019 14:14 WIB
Pemerintah luncurkan sukuk ST-003 mulai Rp1 juta

Kementerian Keuangan meluncurkan sukuk tabungan seri ST-003 secara online (e-SBN).

Investor dapat membeli sukuk ini dengan nilai minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar. Masa penawaran sukuk berlangsung mulai hari ini hingga 20 Februari 2019 pukul 10.00 WIB. 

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menjelaskan langkah ini merupakan upaya dalam mencari pemenuhan akan kebutuhan pembiayaan.

"Jadi, kami ingin memenuhi kebutuhan pembiayaan dan kita siapkan juga instrumennya," kata Luky di Jakarta, Jumat (1/2).

Luky berharap, penerbitan Sukuk Tabungan seri ST-003 ini akan meningkatkan jumlah investor domestik yakni dari masyarakat Indonesia sendiri. 

Pemerintah membidik populasi masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.

"Kita punya potensi ritel kecil-kecil tapi banyak. Jadi, bagaimana caranya kita tingkatkan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) ini, sekaligus meningkatkan investor domestik," ujarnya.

Sukuk Tabungan seri ST-003 ini ditawarkan dengan kupon 8,15%. Tingkat imbalan berasal dari tingkat imbalan acuan yang berlaku pada saat penetapan imbalan atau kupon yaitu sebesar 6% ditambah spread tetap sebesar 215 bps (2,15%).

Sponsored

Kupon ini bersifat mengambang dengan dasar, sehingga tidak akan turun lebih rendah bila suku bunga acuan BI turun. Namun, akan naik jika suku bunga lebih tinggi dari 6%.

Selain itu, instrumen ST-003 ini bersifat tabungan, tidak dapat ditransaksikan di pasar sekunder, dan tidak dapat dicairkan hingga jatuh tempo dua tahun ke depan. 

Namun, aturan lainnya memungkinkan bahwa para investor bisa melakukan pencairan dini maksimal 50%, setelah rentang waktu satu tahun.

Adapun instrumen ini dijual secara online melalui 13 mitra distribusi. Ketiga belas mitra distribusi tersebut termasuk delapan bank, yakni Bank BRISyariah, Bank Syariah Mandiri, Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Permata, Bank BRI, dan Bank BTN. 

Investor juga bisa membelinya melalui perusahaan sekuritas, yakni Trimegah Sekuritas, atau perusahaan efek khusus seperti Bareksa dan Tanamduit.

Pilihan lainnya yakni lewat perusahaan financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending, yakni Investree dan Modalku.