sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah proyeksikan inflasi tumbuh 4% di 2022

Untuk mencapai target tersebut pemerintah menjalankan strategi 4K

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 31 Mei 2021 14:03 WIB
Pemerintah proyeksikan inflasi tumbuh 4% di 2022

Pemerintah memproyeksikan tingkat inflasi pada 2022, naik signifikan dengan kisaran sebesar 2,0%-4,0%. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah peningkatan aktivitas ekonomi, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk mencapai target tersebut pemerintah menjalankan strategi 4K, yaitu mencakup Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif dalam rangka menjaga ekspektasi inflasi masyarakat. 

"Pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas moneter, Bank Indonesia, untuk merumuskan bauran kebijakan fiskal, moneter dan sektor riil yang tepat dalam menjaga laju inflasi nasional pada level yang rendah dan stabil," katanya saat rapat paripurna dengan DPR, Senin (31/5).

Dia menuturkan, pemerintah terus berupaya melaksanakan serangkaian kebijakan sisi penawaran dan permintaan, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah untuk menjaga kestabilan inflasi sesuai dengan rentang sasaran inflasi yang ditetapkan. 

Berbagai program untuk menjaga daya beli masyarakat juga tetap dilakukan untuk menjaga arah pemulihan konsumsi domestik sehingga tetap dapat menjadi penopang percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Sasaran inflasi dalam jangka menengah dan panjang akan dicapai melalui pengendalian laju inflasi inti, yang erat kaitannya dengan ekspektasi inflasi masyarakat. 

Di sisi lain, stabilitas nilai tukar rupiah diharapkan dapat terus dijaga agar bergerak sesuai dengan fundamentalnya. Nilai tukar yang stabil akan meminimalkan risiko transmisi imported inflation terutama dari gejolak harga komoditas di tingkat global. 

Fluktuasi inflasi volatile food juga akan terus dikendalikan agar masyarakat tetap mendapatkan kepastian akses terhadap bahan pangan. 

Sponsored

"Pemerintah akan terus mengelola risiko administered price dengan melakukan kebijakan-kebijakan yang terukur guna menjaga arah pemulihan aktivitas ekonomi, khususnya konsumsi rumah tangga dan aktivitas industri," ujarnya.

Namun demikian, dia sepakat dengan pandangan fraksi DPR bahwa kewaspadaan harus tinggi. Pemerintah akan terus memantau pengaruh fluktuasi harga minyak mentah dunia terhadap inflasi. 

Arah pergerakan harga minyak mentah dunia saat ini, sambungnya, masih cenderung meningkat. Ini akan memberikan dampak yang positif pada penerimaan minyak dan gas. 

Kendati demikian, harga yang meningkat juga dapat menjadi risiko bagi besaran subsidi energi yang akan mempengaruhi postur APBN. Dinamika pandemi Covid-19 akan tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi kondisi ekonomi global dan dinamika harga minyak dunia. 

"Pemerintah memandang asumsi harga minyak di 2022 dalam kisaran US$55-US$65 per barel mencerminkan dinamika dan ketidakpastian di atas," tuturnya.

Berita Lainnya