sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah targetkan pertumbuhan ekonomi 4,5%-5,5% di RAPBN 2021

Selain angka pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menargetkan inflasi di level 2%-4%.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 12 Mei 2020 19:14 WIB
Pemerintah targetkan pertumbuhan ekonomi 4,5%-5,5% di RAPBN 2021
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 59394
Dirawat 29740
Meninggal 2987
Sembuh 26667

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengusulkan target pertumbuhan ekonomi pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 berada di kisaran 4,5%-5,5%.

Sri memaparkan asumsi itu dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian pada 2020 yang terpukul akibat pandemi Covid-19. Selain angka pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menargetkan inflasi di level 2%-4%; tingkat suku bunga surat berharga negara (SBN) 10 tahun 6,67%-9,56%; dan nilai tukar rupiah di level Rp14.900-Rp15.300 per dolar Amerika Serikat (AS).

Lalu, harga minyak mentah Indonesia (CPI) sebesar US$40-50/barel; lifting minyak bumi 677.000 hingga 737.000 barel per hari; dan lifting gas bumi 1,09 juta-1,17 juta barel setara minyak per hari. 

Sri Mulyani mengatakan tema kebijakan fisakal tahun 2021 adalah “Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi.” Tema ini selaras dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021 yaitu “Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial”.

Sponsored

Fokus utamanya adalah pembangunan pada pemulihan industri, pariwisata, dan investasi, reformasi sistem kesehatan nasional dan jaring pengaman sosial, serta reformasi sistem ketahanan bencana. 

"Fokus pembangunan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali mesin ekonomi nasional yang sedang berada dalam momentum pertumbuhan," katanya.

Meski demikian, asumsi makro perekonomian pada 2021 masih terlihat optimistis di tengah laju perekonomian pada 2020 yang terseok-seok akibat pandemi. Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) saja mencatat pertumbuhan perekonomian kuartal I-2020 hanya sebesar 2,97%, jauh dari target awal pemerintah di kisaran 5,0% hingga 5,3%.

Berita Lainnya