sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah targetkan tambahan 8.823 MW pembangkit pada 2020

Program listrik 35.000 MW akan mencapai 44% pada akhir 2020.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Senin, 10 Feb 2020 16:21 WIB
Pemerintah targetkan tambahan 8.823 MW pembangkit pada 2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 24749
Dirawat 16802
Meninggal 1496
Sembuh 6240

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan tambahan daya pembangkit listrik  sebesar 8.823 Megawatt (MW) pada 2020. 

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan dengan tambahan ini, maka total daya pembangkit yang akan beroperasi mencapai 15.634 MW atau sekitar 44% dari target program 35.000 MW dari pemerintah Joko Widodo.

"Tahun 2020 adalah puncak penyelesaian dari program 35.000 MW yakni ada sejumlah 8.823 MW. Kalau tidak ada aral melintang, semua akan mencapai commercial operation date (COD)," kata Rida Mulyana dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/2).

Selanjutnya, kata Rida, penambahan kapasitas pembangkit akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2029. Rida merinci, pada 2021 penyelesaian pembangkit  bertambah sebesar 5.066 MW, kemudian 4.109 MW pada 2022, 3.907 MW (2023), 3.592 MW (2024), 1.275 MW (2025), 200 MW (2026), 505 MW (2027), 835 MW (2028), dan terakhir 300 MW (2029). 

"Setelah tahun 2020, tambahan kapasitas pembangkit dari program 35.000 MW berangsur-angsur turun dan diharapkan semua proyek dapat diselesaikan pada tahun 2029," ujar Rida.

Rida menuturkan penyelesaian proyek strategis nasional tersebut tak lepas dari sejumlah kendala seperti pembebasan lahan, perizinan, isu sosial hingga pertumbuhan ekonomi makro.

"Dulu dirancang dengan asumsi pertumbuhan ekonomi berkisar 7%-8%. Pertumbuhan listrik bisa 1,2 kali lipat (dari pertumbuhan ekonomi). Sementara pertumbuhan ekonomi sekarang sekitar 5%. Malah, pertumbuhan listrik cuma 4,5%," ungkap Rida.

Rida menyampaikan progres 35.000 MW sampai akhir 2019 adalah 96% proyek atau sebesar 33.856 MW terkontrak, yang di antaranya sebesar 6.811 MW atau sekitar 19% telah beroperasi. 
Menurut dia, hanya tersisa 1.563 MW atau sekitar 4% pembangkit yang belum kontrak atau power purchase agreement (PPA).

Sponsored

Sejalan dengan penyelesaian program 35.000 MW, pemerintah juga akan memperbanyak pembangunan infrastruktur listrik lainnya seperti penambahan jaringan transmisi dan  gardu induk (GI).

Dalam lima tahun mendatang, pemerintah menargetkan penambahan transmisi hingga 19.069 kilometer sirkuit (kms) dengan investasi mencapai US$7,16 miliar. Sementara untuk gardu induk, total kapasitas hingga 2024 mencapai 38.607 MVA dengan perkiraan investasi US$5,54 miliar.

Sementara, realisasi panjang transmisi per 2019 mencapai 60.102 kms. Angka ini mengalami penambahan sebesar 6.210 kms dari raihan tahun 2018 yang tercatat mencapai 53.892 kms.

Sedangkan, hingga 2019, kapasitas GI sebesar 151.136 MVA atau bertambah sebesar 17.507 MVA dari realisasi 2018 sebesar 133.629 MVA. (Ant)

Berita Lainnya