sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah tarik utang luar negeri, cadangan devisa naik ke US$130,5 M

Posisi utang luar negeri (ULN) pemerintah pada akhir kuartal I-2020 sebesar US$181 miliar.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 08 Jun 2020 15:15 WIB
Pemerintah tarik utang luar negeri, cadangan devisa naik ke US$130,5 M
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Bank Indonesia (BI) mengumumkan posisi cadangan devisa pada akhir Mei mencapai US$130,5 miliar atau meningkat dibandingkan dengan posisi akhir April 2020 sebesar US$127,9 miliar.

"Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2020 sebesar US$130,5 miliar," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko dalam keterangan resmi, Senin (8/6).

Peningkatan cadangan devisa pada Mei 2020 terutama dipengaruhi oleh penarikan utang luar negeri (ULN) pemerintah dan penempatan valas perbankan di BI.

Bank sentral mencatat posisi utang luar negeri (ULN) pemerintah pada akhir kuartal I-2020 sebesar US$181 miliar. Mayoritas ULN ditopang oleh penerbitan surat berharga negara (SBN) sebesar US$126,6 miliar, sedangkan sisanya adalah pinjaman sebesar US$54,35 miliar.

Angka ULN pemerintah sebenarnya minus 3,6% secara tahunan (yoy). ULN pemerintah juga berbanding terbalik jika dibandingkan pada kuartal sebelumnya yang tumbuh sebesar 9,1% (yoy). Penurunan posisi ULN pemerintah tersebut antara lain dipengaruhi oleh arus modal keluar dari pasar SBN dan pembayaran SBN yang telah jatuh tempo.

Posisi cadangan devisa pada akhir Mei tersebut setara dengan pembiayaan 8,3 bulan impor atau 8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Menurut Onny, cadangan devisa itu dapat mendukung ketahanan sektor eksternal dari perlambatan ekonomi global akibat pandemi Covid-19, serta dapat menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dalam negeri. 

Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

Sponsored
Berita Lainnya