sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah tolak impor cangkul 

Pemerintah menentang impor alat pertanian seperti cangkul yang dilakukan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 07 Nov 2019 16:42 WIB
Pemerintah tolak impor cangkul 

Pemerintah menentang impor alat pertanian seperti cangkul yang dilakukan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia seharusnya tidak perlu mengimpor cangkul dari luar negeri. Pasalnya, industri dalam negeri mampu memproduksi alat pertanian tersebut.

"Kalau industri dalam negeri kan secara teknis bisa memproduksi, kalau urusan produksi PT Barata Indonesia (persero) bisa," katanya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (7/11).

Airlangga melanjutkan, saat ini penyerapan cangkul dalam negeri sudah mencapai kisaran 500.000 unit dan akan ditingkatkan ke depan.

"Nanti kita tingkatkan bagaimana dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bisa ditambah," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, impor cangkul yang dilakukan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)  tidak masuk akal. Sebab, menurut Syahrul, perusahaan dalam negeri masih dapat memproduksi alat pertanian tersebut.

"Ya kalau yang sudah ada di sini ngapain diimpor. Itukan nggak masuk akal. Telat kita kalau harus seperti itu," katanya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan pasokan cangkul dalam negeri masih cukup sebesar 500.000 buah. Dia melanjutkan, ke depan, pihaknya akan mewajibkan pengadaan barang yang menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendahulukan produk dalam negeri.

Sponsored

"Kalau belanja pacul yang anggarannya dari APBN, Itu akan kita wajibkan untuk belanja dari dalam negeri. karena produksi dalam negeri kualitasnya sudah baik dan sudah siap untuk supply kebutuhan dalam negeri," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyindir soal pengadaan ribua alat pertanian cangkul yang masih membutuhkan impor. Padahal, katanya, barang-barang seperti itu dapat di produksi di dalam negeri dan seharusnya menguntungkan indistri nasional.

"Puluhan ribu-ratusan ribu cangkul yang dibutuhkan masih impor. Apakah negara kita yang sebesar ini industrinya yang sudah berkembang, benar cangkul harus impor? Enak banget itu negara yang barangnya kita impor," tutur Jokowi.