sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pendapatan asuransi jiwa tumbuh 19,7% di kuartal I-2019

Pendapatan industri asuransi Jiwa pada kuartal I-2019 mencapai Rp62,23 triliun

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 20 Jun 2019 13:28 WIB
Pendapatan asuransi jiwa tumbuh 19,7% di kuartal I-2019

Industri asuransi di Tanah Air masih menjanjikan. Pendapatan industri asuransi Jiwa pada kuartal I-2019 mencapai Rp62,23 triliun atau meningkat sebesar 19,7% dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya sebesar Rp51,97 triliun.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, kenaikan ini terjadi karena membaiknya pasar investasi di Indonesia. 

“Pada kuartal I-2019 AAJI mencatat total pendapatan, total klaim, dan manfaat yang dibayarkan serta jumlah agen berlisensi di industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan,” kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/6).

Ia mengatakan, hasil investasi turut menyumbang pertumbuhan total pendapatan industri asuransi jiwa sepanjang kuartal pertama 2019 sebesar Rp13,41 triliun.

“Perbaikan kinerja hasil investasi asuransi jiwa tersebut dipengaruhi oleh membaiknya kondisi pasar modal dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang kuartal pertama,” ujar Budi.

Namun demikian, berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2019, total aset asuransi jiwa mengalami penurunan sebesar 2,4% dibandingkan tahun lalu. Turunnya total aset ini dipengaruhi oleh kewajiban pembayaran klaim dan juga penurunan pendapatan premi.

“Terdapat penurunan total aset sebesar 2,4%, dari total Rp550,08 triliun di tahun 2018 menjadi Rp536,89 triliun di tahun 2019,” ucapnya.

Untuk kewajiban pembayaran klaim sendiri besarnya hampir sama dengan tahun lalu di periode yang sama, yaitu Rp34,51 triliun atau tumbuh sebesar 0,01%.

Sponsored

Namun demikian, menurut Ketua Bidang Kerjasama dan Internasional AAJI Wiroyo Karsono, proporsi terbesar dari pembayaran klaim dan manfaat adalah klaim nilai tebus (surrender) yang mencapai 54,1% atau mengalami perlambatan sebesar 10,2% menjadi Rp 18,69 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 20,80 triliun.

“Penurunan klaim surrender ini adalah sinyal positif membaiknya kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi jiwa. Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berasuransi dan berinvestasi jangka panjang,” ujarnya.

Sementara, untuk klaim kesehatan mengalami peningkatan 7,3% menjadi Rp2,60 triliun jika dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp2,43 triliun. Sementara, untuk klaim penarikan sebagian (partial withdrawal) tumbuh tipis sebesar 1,6% menjadi Rp 4,58 triliun di kuartal I-2019 dibanding Rp 4,51 triliun di periode sebelumnya.