sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pendapatan Jakpro di semester I-2018 tidak sesuai target

Jakpro menargetkan pendapatan Rp1,6 triliun dan laba bersih Rp94 miliar.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Jumat, 10 Agst 2018 11:29 WIB
Pendapatan Jakpro di semester I-2018 tidak sesuai target
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 252923
Dirawat 58788
Meninggal 9837
Sembuh 184298

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) meraih laba bersih sebesar Rp24,4 miliar pada semester I-2018. Laba tersebut naik 45% dari perolehan laba pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp16,7 miliar.

Pertumbuhan laba bersih itu sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta tersebut. Pendapatan usaha perusahaan ini tumbuh 127% menjadi Rp333,8 miliar dari Rp262,7 miliar di semester I-2017.

Meski begitu, pencapaian itu masih jauh dari separuh target yang telah dipatok pada tahun ini. Jakpro menargetkan pendapatan Rp1,6 triliun dan laba bersih Rp94 miliar pada tahun ini. Artinya, capaian semester I itu baru 20,8% dari target pendapatan dan 25,9% dari target laba bersih tahunan.

"Melihat perkembangan, faktor seasonal yang diharapkan di kuartal III dan IV tidak tercapai. Sehingga, dari awal harus saya bilang target itu tidak akan tercapai," ungkap Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto saat konferensi pers kinerja perusahaan di kantor Jakpro, Jakarta, Kamis (9/8).

Adapun kontribusi terbesar pendapatan Jakpro semester I-2018 adalah dari sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang menyumbang Rp211,6 miliar atau 63%. Sementara sektor utilitas menyumbang pendapatan Rp55,7 miliar atau 17%, properti berkontribusi Rp54 miliar atau 15%, dan selebihnya dari jasa lainnya.

“Pencapaian tersebut merupakan gambaran perusahaan merespons perkembangan pasar ekonomi digital. Sekarang kami kerja sama dengan beberapa provider melakukan fiber optic agar masuk ke high risk building Jakarta yang sedang dibutuhkan. Ini prospektif, karena kami menuju ke Jakarta Smart City,” ujarnya.

Sementara untuk proyek penugasan yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI kepada Jakpro untuk menunjang Asian Games berjalan dengan baik. Proyek Jakarta International Velodrome dan Jakarta International Equestrian Park Pulomas sudah rampung 100%.

Adapun proyek light rail transit (LRT) telah mencapai 82% untuk sarananya dan 84,5% untuk kesiapan prasarananya. Kesiapan operasioanl proyek LRT Velodrome-Kelapa Gading itu sudah 91% dan ditargetkan akan diujicoba pada 15 Agustus 2018.

Sponsored

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bisnis Hendra Lesmana mengatakan pihaknya tahun depan akan merealisasikan penugasan untuk membangun hunian dengan program uang muka (Down Payment/DP) Rp 0 atau 0%.

"Persiapan sudah dilakukan di dua lokasi, yaitu di atas Depo LRT yang pembangunannya sedang dikerjakan serta di kawasan Yos Sudarso Jakarta Utara. Untuk kawasan Depo LRT, rencananya terdapat tiga menara," jelasnya.

Dalam pembangunan tahap pertama, nantinya akan ada sebanyak 5.700 unit hunian dengan 25 lantai. Unit ini akan diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selanjutnya pada rencana kedua, Jakpro akan membangun 4.500 unit yang juga sekitar 25 lantai dengan skema campuran, sebagian DP berbayar untuk masyarakat menengah ke atas.

Sementara di kawasan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Jakpro akan membangun dua menara dengan total 1.222 unit hunian, masing-masing 21 lantai dan 23 lantai.

“Kami sedang menunggu beberapa aturan yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah DKI dalam kaitan DP Rp0, sehingga bisa dipasarkan. Kalau sekarang belum bisa dipasarkan, karena memang ada yang perlu diselesaikan,” pungkasnya.

Berita Lainnya
×
img