sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pendapatan Lippo Karawaci naik 12% ditopang RS Siloam

Kinerja Lippo Karawaci kuartal I-2019 ditopang pendapatan berulang dari lini bisnis layanan kesehatan, salah satunya Rumah Sakit Siloam.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 02 Mei 2019 11:39 WIB
Pendapatan Lippo Karawaci naik 12% ditopang RS Siloam

Pengembang kawasan terpadu Meikarta, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 2,8 triliun sepanjang kuartal I-2019. Capaian ini naik 12% dari pendapatan tahun sebelumnya Rp2,5 triliun. Sementara, laba bersih LPKR pada kuartal I-2019 sebesar Rp50 miliar, dibandingkan dengan Rp132 miliar tahun sebelumnya.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan peningkatan pendapatan LPKR terutama didapat dari pertumbuhan pendapatan berulang (recurring income) yang kuat dari lini bisnis layanan kesehatan, salah satunya Siloam Hospitals. 

“Marketing sales pada kuartal ini mencapai Rp 623 miliar, meningkat 159,6% dari Rp241 miliar dari kuartal I-2018,” kata John, dalam keterangan resmi kepada Alinea.id di Jakarta, Kamis (2/5).

Siloam Hospitals mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,7 triliun untuk kuartal I-2019, meningkat 18,2% dari kuartal I-2018 sebesar Rp1,5 triliun. Siloam juga menyumbang 79,4% dari total pendapatan berulang perseroan.

Adapun pendapatan LPKR dari segmen bisnis mall dan lain-lain naik 1,9% menjadi Rp444 miliar, atau menyumbang 15,8% terhadap total pendapatan berulang perseroan. 

Sementara itu, pendapatan bisnis Divisi Development (pengembangan) pada kuartal ini juga meningkat sebesar 4,7% menjadi Rp 650 miliar (year on year/yoy). Segmen ini menyumbang 23,2% dari total pendapatan untuk kuartal tersebut. 

Divisi Large Scale Integrated Development menjadi penyumbang terbesar dalam segmen ini dengan pendapatan sebesar Rp217 miliar untuk kuartal I-2019, meningkat 19,9% dari Rp181 miliar tahun sebelumnya. Selanjutnya, divisi Urban Development LPKR mencatat pendapatan Rp433 miliar dibandingkan pendapatan kuartal I-2018 sebesar Rp439 miliar.

Sementara itu, beban usaha LPKR untuk kuartal I-2019 naik 13% (yoy) menjadi Rp 840 miliar karena pengeluaran yang lebih tinggi di Siloam Hospitals. Hal ini disebabkan ekspansi berkelanjutan dalam jaringan rumah sakit, serta naiknya pengeluaran di segmen mall dan lain-lain karena penambahan karyawan di Lippo Malls Indonesia.

Sponsored

EBITDA mendatar menjadi Rp 468 miliar dari Rp 470 miliar YoY, dan margin EBITDA turun menjadi 17% pada kuartal I-2019 dari 19% pada kuartal I-2018. EBITDA yang mendatar ini terutama disebabkan oleh pendapatan lebih tinggi yang dicatat oleh divisi Healthcare namun offset oleh kinerja Urban Development dan Large Scale Integrated Development yang lebih lemah.

LPKR juga memperoleh pendanaan sebesar US$1,01 miliar pada Maret 2019. Dana ini diperoleh dari right issue sebesar US$730 juta dan penjualan penjualan Puri Mall ke LMIRT (sekitar US$260 juta) serta penjualan dua rumah sakit di Myanmar (sekitar US$19,5 juta). 

“Melalui program pendanaan ini, perseroan akan memiliki posisi yang lebih baik untuk mengurangi rasio utang dan menyelesaikan proyek-proyek yang ada,” kata John.

Pelunasan utang dan obligasi

Pada kuartal I-2019, LPKR telah memperkuat posisi kas dengan suntikan dana sebesar US$280 juta melalui advanced subscription oleh pemegang saham pengendali perseroan. Bersamaan dengan itu, perseroan juga telah melakukan penawaran tender obligasi, dengan hasil pembelian kembali surat utang senior sebesar US$8,67 juta, dan pembayaran kembali pinjaman-pinjaman. 

“LPKR akan menggunakan dana hasil dari rights issue untuk membayar utang-utang bank dan pelunasan awal obligasi 2020,” kata John.

LPKR juga telah menyelesaikan tender obligasi dan mulai mengurangi rasio utang dalam neraca. Dalam beberapa bulan mendatang, LPKR akan menyelesaikan right issue dan melakukan pembayaran berbagai pinjaman bank dan pembelian kembali obligasi secara agresif serta mempercepat penyelesaian proyek-proyek yang ada.

“Meskipun hasil kuartal pertama menunjukkan adanya pelambatan pasar properti, kami melihat peluang yang cukup besar untuk perbaikan. Sehingga kami percaya diri untuk mendapatkan pre-sales yang lebih tinggi setelah pemilihan umum selesai,” kata John.

Lebih lanjut, John menyebut pada tahun ini LPKR tetap fokus di segmen properti dan layanan kesehatan. Untuk Lippo Malls dan Siloam Hospitals, perseroan akan memperbaiki arus kas dan meningkatkan keuntungan rumah sakit-rumah sakit yang masih dapat berkembang.

Selain itu, LPKR akan menyelesaikan proyek-proyek yang yang sedang berjalan saat ini dan akan mengalokasikan US$100 juta dana segar yang diperoleh dari right issue untuk penyelesaian proyek proyek tersebut. LPKR menargetkan pre-sales sebesar Rp2 triliun sepanjang tahun 2019, sementara pada kuartal I-2019, perseroan telah mencapai 31% dari target atau sebesar Rp 623 miliar.
 

Berita Lainnya