sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pendapatan perusahaan rokok Sampoerna tembus Rp106,7 triliun pada 2018

Perusahaan rokok HM Sampoerna mencatat kinerja yang baik pada 2018. Namun, pangsa pasar Sampoerna turun di awal tahun 2018.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 09 Mei 2019 13:29 WIB
Pendapatan perusahaan rokok Sampoerna tembus Rp106,7 triliun pada 2018

Perusahaan rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) membukukan pendapatan bersih sepanjang 2018 sebesar Rp106,7 triliun. Capaian ini naik tipis sekitar 7% dari pendapatan tahun 2017 sebesar Rp99,09 triliun. 

Direktur Utama HM Sampoerna Mindaugas Trumpaitis mengatakan perusahaan juga mencatat laba bersih sebesar Rp13,5 triliun sepanjang 2018. Selain itu, penjualan rokok group Sampoerna mencapai 101,4 miliar batang sepanjang 2018.

“Laba bersih ini juga naik 8,4% dari tahun sebelumnya. Sehingga, perusahaan mencapai dividen sebesar Rp117,2 per saham untuk 2018,” kata Mindaugas dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (9/5).

Kinerja kuartal I-2019 

Sementara itu, anak perusahaan Philip Morris International Inc. ini membukukan pendapatan bersih sebesar Rp23,8 triliun dan laba bersih Rp3,3 triliun sepanjang kuartal I-2019. Capaian ini masing-masing naik sebesar 2,9% dan 8,4% dari periode yang sama tahun lalu.

“Kinerja ini didorong oleh harga yang lebih tinggi di berbagai merek dalam portofolio,” kata Mindaugas.

Meski mencatat kinerja yang baik, pangsa pasar rokok Sampoerna turun pada kuartal I-2019 menjadi 32% dari tahun sebelumnya 33%. Mindaugas menyebut penjualan Sampoerna turun sekitar 22,1 miliar unit (batang rokok) pada 2018 dibandingkan 2017.

Sampoerna mencatat, pangsa pasar ini terbagi dalam 30,2% untuk sigaret kretek mesin, 60,9% untuk sigaret putih mesin, dan 37,7% untuk sigaret kretek tangan. 

Sponsored

Penurunan ini utamanya disebabkan oleh total pasar yang lebih rendah dan selisih harga ritel A Mild terhadap merk pesaing yang semakin besar setelah kenaikan harga pada Oktober 2018. 

“Hal ini karena total industri rokok turun sebesar 0,8% yang disebabkan oleh pergerakan persediaan barang, menyusul kenaikan cukai pajak Januari 2019,” kata dia.

Di sisi lain, Sampoerna saat ini tengah mengembangkan Sampoerna Retail Community (SRC) atau komunitas retail yang dibangun dan dikelola di bawah perusahaan PT HM Sampoerna. Perseroan mencatat terjadi penambahan anggota mencapai 105.000 peritel.

Di kesempatan yang sama, manajemen Sampoerna juga menyampaikan soal perubahan kepemimpinan dalam perusahaan mulai dari jajaran direksi dan komisaris. 

“Hal ini untuk mendorong pertumbuhan dan kinerja perusahaan yang lebih baik,” ujar Trumpaitis.