sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penerimaan pajak mengalami perbaikan di Juni 2020

Peningkatan aktivitas ekonomi domestik mendorong kinerja penerimaan pajak menuju arah yang lebih baik.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 09 Jul 2020 14:40 WIB
Penerimaan pajak mengalami perbaikan di Juni 2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 385.980
Dirawat 63.556
Meninggal 13.205
Sembuh 309.219

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, insentif perpajakan yang diberikan pemerintah untuk mendorong sejumlah sektor usaha di tengah pandemi Covid-19, telah memengaruhi penerimaan perpajakan pada semester I-2020.

Dia mengatakan, sepanjang 2020 jika dilihat per jenis pajaknya situasi paling berat terjadi di rentang April hingga Mei 2020, dan mulai mengalami gejala perbaikan pada Juni 2020.

"Insentif memengaruhi penerimaan perpajakan. Kalau kita lihat pendapatan per jenis pajak bulan ke bulan, situasi paling berat terjadi di April dan Mei. Pada Juni mulai terjadi pembalikan. Kami harap tren ini bisa bertahan," katanya dalam rapat bersama badan anggaran (Banggar) DPR, Kamis (9/7).

Untuk pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 misalnya, di Mei mengalami kontraksi yang sangat dalam hingga menyentuh minus 28,4%, namun mengalami pembalikan di Juni yang tumbuh positif 13,5%.

Perbaikan juga terjadi untuk jenis pajak PPh Final yang pada Mei tumbuh minus 35%, namun di Juni tumbuh positif 6,1%. Begitu pula untuk jenis PPh 26 yang tumbuh minus 19,7% di Mei, namun tumbuh positif di Juni dengan 19,9% dan PPh Orang Pribadi yang tumbuh 10,9% pada Mei, lalu meningkat menjadi 144,3% di Juni.

"Memasuki Juni seiring pelaksanaan kenormalan baru, peningkatan aktivitas ekonomi domestik mendorong kinerja penerimaan pajak menuju arah yang lebih baik," ujarnya.

Di samping itu, untuk jenis pajak lainnya masih mengalami kontraksi yang berat di Juni 2020 meski mengalami gejala perbaikan dibandingkan Mei 2020. Hal itu terlihat dari jenis pajak PPh 22 impor yang minus hingga 67% di Mei, dan masih tumbuh negatif 54,2% di Juni.

Hal yang sama juga terlihat pada jenis pajak PPh Badan yang tumbuh negatif 53,9% di Mei, dan sedikit membaik di Juni menjadi minus 41%. Dan juga untuk PPh Dalam Negeri yang tumbuh minus 35,5% di Mei, lalu sedikit menbaik di Juni dengan minus 27,7%.

Sponsored

Sementara PPh Impor juga mengalami hal serupa. Di mana pada Mei 2020 mengalami kontraksi yang dalam sebesar 37,4%, dan mengalami perbaikan di Juni dengan pertumbuhan negatif 5,6%.

Berita Lainnya